
KETUA Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman, Menteri Mu’ayyad Sha’ban, menyatakan, total, pasukan penjajah Israel dan para pemukim melakukan 1.659 serangan selama Mei, melanjutkan apa yang disebutnya sebagai teror sistematis yang dilakukan oleh kekuatan pendudukan terhadap rakyat Palestina, tanah mereka, dan harta benda mereka.
Dalam laporan bulanan komisi yang dirilis pada Sabtu (6/6), Sha’ban mengatakan bahwa tentara pendudukan melakukan 1.108 serangan, sementara para pemukim melakukan 551 serangan.
Ia menegaskan bahwa serangan-serangan itu terutama terkonsentrasi di Kegubernuran Hebron dan Ramallah dan al-Bireh, yang masing-masing mencatat 319 serangan.
Wilayah berikutnya adalah Kegubernuran Nablus dengan 301 serangan dan Bethlehem dengan 212 serangan. Sha’ban menyoroti bahwa serangan tersebut mencakup kekerasan fisik secara langsung, pencabutan pohon, pembakaran lahan pertanian, pencegahan akses petani ke lahan mereka, penyitaan properti, serta penghancuran rumah dan bangunan pertanian.
Ia menunjukkan bahwa praktik-praktik tersebut terjadi bersamaan dengan penutupan area-area luas tanah Palestina dengan dalih keamanan, sementara pada saat yang sama perlindungan dan dukungan diberikan kepada para pemukim untuk memungkinkan mereka memperluas keberadaan mereka di wilayah-wilayah tersebut.
Tepi Barat adalah wilayah daratan di kawasan Timur Tengah yang terletak di sebelah barat Sungai Yordan. Wilayah seluas lebih dari 5.000 km persegi ini dihuni oleh sekitar 3,3 juta warga Palestina dan sekitar 700.000 penjajah Israel yang tinggal di permukiman. Kota-kota penting dan bersejarah di wilayah ini antara lain Ramallah, Hebron, Nablus, Betlehem, dan Jericho.
Perjanjian Oslo (1993-1995) membagi Tepi Barat menjadi tiga zona administratif (Area A, B, dan C) sebagai langkah transisi menuju pembentukan pemerintahan mandiri Palestina (Otoritas Palestina atau PA). Area A meliputi sekitar 18% wilayah Tepi Barat. Zona ini mencakup pusat-pusat populasi utama perkotaan Palestina, seperti Nablus, Jenin, Tulkarim, Qalqilya, Ramallah, Bethlehem, dan Jericho.
Area B mencakup sekitar 21-22% wilayah Tepi Barat. Area ini mencakup ratusan desa dan wilayah padat penduduk Palestina di luar kota-kota besar. Sedangkan area C merupakan zona terbesar yang mencakup sekitar 60% wilayah Tepi Barat. Wilayah ini mencakup seluruh penjajah Israel, jalan-jalan utama, zona militer tertutup, dan lahan pertanian yang subur. (Ant/P-3)
