
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Menurutnya, tekanan pada pasar keuangan lebih dipicu oleh persepsi atau sentimen negatif yang berkembang di masyarakat.
Purbaya menjelaskan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini masih berada dalam posisi terjaga. Hal ini tercermin dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap kuat serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.
“Kendala utamanya adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar. Karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang kalau kita kemana-mana semuanya ekonomi activity meningkat,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu (6/6).
Ia menyayangkan adanya narasi negatif yang menyebut ekonomi nasional akan terpuruk, sehingga memengaruhi sebagian pelaku pasar. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia guna mengikis sentimen negatif dan memulihkan kepercayaan investor.
“Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga erat, cuman kita lebih eratin lagi,” tegasnya.
Sebagai bukti ketahanan fiskal, Menkeu memaparkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 telah mencapai Rp1.365,4 triliun. Angka ini setara dengan 35,5 persen dari target APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp3.842,7 triliun.
Realisasi belanja tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 34,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Secara lebih rinci, belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp1.059,3 triliun atau tumbuh 52,6 persen secara tahunan (year-on-year).
Data Realisasi APBN hingga Mei 2026:
- Total Belanja Negara: Rp1.365,4 triliun (35,5% dari target).
- Pertumbuhan Belanja: 34,4% (yoy).
- Belanja Pemerintah Pusat: Rp1.059,3 triliun (Tumbuh 52,6% yoy).
Purbaya optimistis bahwa dengan percepatan belanja negara dan fundamental yang kokoh, stabilitas pasar keuangan akan kembali pulih seiring dengan hilangnya distorsi persepsi di pasar. (Z-10)
