
Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, Provinsi Riau. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa situasi di Kabupaten Bengkalis, khususnya di wilayah Tanjung Kapal, Pulau Rupat, masih cukup menantang. Asap pekat dilaporkan masih menyelimuti lokasi tersebut, diperparah oleh hembusan angin kencang yang memicu percepatan penjalaran api.
“Kebakaran saat ini ditangani oleh kekuatan dua tim Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Siak. Untuk memperkuat personel, tim bantuan dari Kota Jambi dan Muara Tebo juga telah merapat dan mulai beroperasi hari ini,” ujar Ferdian dalam keterangan resmi yang diterima di Pekanbaru, Sabtu (6/6).
Kolaborasi Pemadaman Darat dan Udara
Upaya pemadaman di Bengkalis tidak hanya dilakukan melalui jalur darat. Ferdian menjelaskan bahwa operasional di lapangan didukung oleh satu unit helikopter water bombing untuk pengeboman air dari udara. Selain itu, satu unit ekskavator dikerahkan guna melakukan penyekatan lahan serta pembuatan embung-embung sebagai sumber air darurat.
Langkah penanggulangan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Selain Manggala Agni, personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, TNI, Polri, serta pihak perusahaan swasta turut bahu-membahu di lokasi kebakaran.
Kendala Air di Rokan Hilir
Sementara itu, di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), titik api terpantau di dua lokasi utama, yakni Rantau Bais dan Sungai Besar. Di Rantau Bais, tim Daops Dumai saat ini tengah melakukan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan api benar-benar padam di bawah permukaan lahan gambut.
Kondisi berbeda terjadi di Sungai Besar. Tim di lapangan masih berjuang melakukan penyekatan dan mematikan “kepala api” agar tidak meluas. Ferdian mengakui adanya kendala teknis yang menghambat proses pemadaman di wilayah ini.
“Kendala utama di lokasi Sungai Besar adalah minimnya sumber air. Namun, kekuatan tambahan dari Manggala Agni Daops Pekanbaru sudah tiba di lokasi untuk memperkuat operasi pemadaman hari ini bersama satgas terkait,” jelasnya.
Kabar Baik dari Pelalawan: Berbeda dengan Bengkalis dan Rohil, karhutla di Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan, dinyatakan telah tuntas padam pada Jumat (5/6). Tim Manggala Agni Daops Rengat telah melakukan demobilisasi dan kembali ke markas setelah memastikan proses pendinginan selesai sepenuhnya.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca dan angin kencang di wilayah Riau yang sangat rentan memicu kebakaran hebat. (Ant/E-3)
