
PEMERINTAH Kota Padang Panjang mulai melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan membidik sektor perparkiran sebagai salah satu tumpuan utama. Langkah ini diambil mengingat potensi retribusi parkir dinilai masih belum tergarap secara maksimal untuk mendukung pembangunan kota.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa selain perparkiran, pihaknya juga memperkuat pendataan dan pengawasan pada sektor potensial lainnya. Hal ini mencakup Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pendataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga retribusi persampahan.
“Konsep peningkatan PAD harus terus kita maksimalkan, mulai dari sektor perparkiran, PBB, pendataan pelaku UMKM, hingga retribusi persampahan. Masih ada potensi-potensi yang belum terdata secara maksimal dan ini harus kita benahi bersama,” ujar Hendri Arnis dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Optimalisasi PAD di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Panjang, Kamis (4/6/2026).
- Penataan ulang sistem retribusi perparkiran.
- Validasi data objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
- Pendataan menyeluruh pelaku UMKM untuk pemetaan potensi ekonomi.
- Peningkatan efektivitas penagihan retribusi persampahan.
Sinergi dengan Kejaksaan
Dalam upaya ini, Pemkot Padang Panjang menggandeng Kejari untuk memastikan seluruh proses pemungutan pendapatan daerah berjalan sesuai koridor hukum dan bebas dari praktik korupsi. Hendri menilai kolaborasi dengan aparat penegak hukum sangat krusial untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang, Bambang Irawan, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan edukasi serta pendampingan. Menurutnya, peningkatan PAD berkaitan langsung dengan kemampuan finansial daerah dalam membiayai pelayanan publik.
“Kami berharap kesadaran terhadap pencegahan korupsi semakin meningkat. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar kinerja perangkat daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah dapat terus ditingkatkan melalui inovasi dan strategi yang efektif,” tegas Bambang. (YH/I-1)
