
KETEGANGAN di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat mengumumkan telah menyerang dan melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak tanpa muatan yang tengah berlayar menuju Iran. Aksi ini merupakan bagian dari operasi blokade laut yang dilancarkan Washington di kawasan strategis Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan jet tempur militer AS melepaskan satu rudal Hellfire yang menyasar langsung ruang mesin kapal. Kapal tanker tersebut diketahui berbendera Botswana dengan nama lambung M/T Lexie.
Menurut pernyataan resmi Centcom, tindakan tegas tersebut diambil setelah kru kapal berulang kali mengabaikan peringatan yang diberikan oleh armada laut AS.
“Pasukan AS menegakkan tindakan blokade terhadap kapal M/T Lexie berbendera Botswana saat kapal tersebut transit di perairan internasional menuju Pulau Kharg,” tulis pernyataan Centcom.
Centcom menambahkan bahwa kru kapal telah gagal “mematuhi arahan dari pasukan AS beberapa kali selama periode 24 jam.”
Rilis Rekaman Video dan Dampak Blokade
Untuk memperkuat laporannya, militer AS juga merilis sebuah rekaman video yang menunjukkan detik-detik saat rudal menghantam kapal tanker tersebut pada hari Selasa. Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi atau pernyataan publik terkait insiden tersebut. Sementara itu, media BBC dilaporkan telah menghubungi pemerintah Botswana untuk meminta tanggapan.
Blokade militer AS terhadap seluruh kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran sendiri sudah mulai diberlakukan sejak 13 April lalu. Operasi ini berdampak besar pada jalur perdagangan di kawasan tersebut.
Centcom mencatat, sejak blokade resmi diberlakukan, total sudah ada enam kapal komersial yang dilumpuhkan dan 122 kapal lainnya terpaksa dialihkan rutenya oleh pasukan Amerika Serikat karena kedapatan melanggar aturan blokade tersebut. (BBC/Z-2)
