
UNGGULAN kedua Alexander Zverev menunjukkan kelasnya sebagai kandidat kuat juara Prancis Terbuka 2026. Petenis asal Jerman tersebut sukses menghentikan kejutan bintang muda Spanyol, Rafael Jodar, dalam laga perempat final yang berlangsung di lapangan Philippe-Chatrier, Selasa (2/6) waktu setempat.
Zverev menang lewat pertarungan tiga set langsung dengan skor 7-6 (3), 6-1, dan 6-3. Kemenangan ini membawa Zverev mencapai semifinal Roland Garros untuk kelima kalinya dalam enam tahun terakhir, sekaligus mempertegas dominasinya di lapangan tanah liat musim ini.
Bangkit dari Tekanan
Pertandingan tidak dimulai dengan mudah bagi Zverev. Rafael Jodar, petenis berusia 19 tahun yang sedang naik daun, sempat memberikan tekanan hebat di set pertama. Jodar bahkan sempat unggul jauh 5-2 setelah berhasil mematahkan servis Zverev di gim keenam berkat pukulan forehand kerasnya.
“Itu sulit. Dia memiliki ritme yang sempurna di set pertama dan saya tidak. Pukulan saya sangat pendek dan saya bermain sangat defensif,” ujar Zverev sebagaimana dikutip dari ATP.
Namun, pengalaman berbicara. Zverev berhasil bangkit, memenangi lima dari enam gim berikutnya, dan memaksakan tie-break yang akhirnya ia menangi dengan skor 7-3.
Memasuki set kedua dan ketiga, Zverev praktis memegang kendali penuh. Ia sempat mencatatkan tujuh gim berturut-turut dari kedudukan 1-1 di set kedua untuk mengamankan keunggulan. Ketangguhan servis pertama menjadi kunci, di mana Zverev memenangi 71 persen poin dari servis pertamanya.
| Kategori | Alexander Zverev | Rafael Jodar |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 7-6 (3), 6-1, 6-3 | – |
| Durasi Pertandingan | 2 Jam 17 Menit | – |
| Poin Servis Pertama | 71% (51/72) | – |
| Status Unggulan | 2 | 27 |
Peluang Besar Menuju Gelar
Dengan tersingkirnya unggulan utama Jannik Sinner dan unggulan ketiga Novak Djokovic lebih awal, jalan Zverev menuju trofi Grand Slam pertamanya kini terbuka lebar. Di babak semifinal, ia akan menghadapi pemenang antara unggulan ke-26 Jakub Mensik atau unggulan ke-28 Joao Fonseca.
“Tentu saja, saya ingin terus maju. Saya ingin memenangi pertandingan yang belum pernah saya menangi. Itulah tujuan saya,” tegas petenis berusia 29 tahun tersebut.
Di sisi lain, meski kalah, Rafael Jodar mencatatkan lompatan karier yang luar biasa. Setahun lalu ia masih berada di luar peringkat 700 ATP, namun berkat performa impresifnya di Paris, ia diprediksi akan menembus peringkat 23 dunia pekan depan. Jodar datang ke Roland Garros dengan modal 19 kemenangan di lapangan tanah liat musim ini, sebuah catatan tertinggi di level tur. (Ant/Z-1)
