
KEPUTUSAN Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan penghormatan kepada Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) memicu kritik dari sejumlah tokoh Polandia dan berpotensi mengganggu dukungan publik negara itu terhadap Ukraina.
Menteri Dalam Negeri Polandia Tomasz Siemoniak, Senin, menilai langkah Zelensky sebagai kesalahan strategis yang dapat mengikis kepercayaan masyarakat Polandia, yang selama ini menjadi salah satu pendukung utama Ukraina di tengah konflik dengan Rusia.
Pekan lalu, Zelensky menganugerahkan gelar “Atas Nama Para Pahlawan UPA” kepada Pusat Operasi Khusus “Utara” dari Pasukan Operasi Khusus Angkatan Bersenjata Ukraina.
Keputusan tersebut mendorong Presiden Polandia Karol Nawrocki memulai proses untuk mencabut penghargaan tertinggi Polandia yang pernah diberikan kepada Zelensky, yakni Ordo Elang Putih.
“Saya tidak memahami tindakan Zelensky. Ini adalah kesalahan besar karena dapat menghilangkan simpati rakyat Polandia, yang memiliki implikasi politik dan militer. Ia seharusnya mempertimbangkan hal-hal semacam ini,” kata Siemoniak kepada stasiun televisi TVN24.
Meski mengkritik tindakan Zelensky, Siemoniak menegaskan bahwa Polandia tetap berkepentingan untuk menjaga hubungan dan dukungan terhadap Ukraina.
Menurutnya, Polandia “tidak diuntungkan dengan memutus hubungan atau menghentikan dukungan kepada Ukraina”, tetapi ia menilai langkah penghormatan terhadap UPA sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”.
“Fakta bahwa UPA, organisasi kriminal yang bertanggung jawab atas pembunuhan warga Polandia di Volhynia, dihormati dalam bentuk apa pun merupakan sebuah bencana besar,” ujar Siemoniak.
Kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan politik Polandia. Sebelumnya pada Jumat (29/5), Nawrocki mengatakan bahwa persoalan pencabutan Ordo Elang Putih dari Zelensky akan dipertimbangkan pada 8 Juni.
Sementara itu, mantan Presiden Polandia sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Lech Wasa, Kamis (28/5), menyatakan telah melepaskan bendera Ukraina yang biasa dikenakannya di kerah pakaian dan tidak akan lagi memberikan dukungan kepada Zelensky.
UPA atau dalam bahasa Ukraina Ukrayins’ka Povstans’ka Armiya adalah sayap militer dari Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN).
Kelompok ini merupakan gerakan perlawanan bersenjata nasionalis Ukraina yang aktif dari tahun 1942 hingga pertengahan 1950-an yang dibentuk dengan tujuan utama memperjuangkan kemerdekaan Ukraina.
Meski kelompok ini sudah bubar pada tahun 1956, pada Maret 2019 pemerintah Ukraina secara resmi memberikan status sebagai veteran perang kepada anggota UPA yang masih hidup.
Polandia menentang UPA karena kelompok nasionalis tersebut melakukan pembersihan etnis dan pembantaian massal terhadap puluhan ribu warga sipil Polandia selama Perang Dunia II, terutama dalam peristiwa yang dikenal sebagai Pembantaian Volhynia dan Galicia Timur pada tahun 1943. (Ant/P-3)
