
Fenomena munculnya titik api secara misterius di sebuah rumah di Mriyan, Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, mulai menemui titik terang. Tim ahli gabungan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab ilmiah di balik insiden yang meresahkan warga tersebut.
Indikasi Gas Metana di Bawah Permukiman
Berdasarkan hasil penelitian sementara, kemunculan api dipicu oleh adanya gas metana (CH4) yang keluar melalui pori-pori bangunan. Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Basuki Rahmad, pada Sabtu (30/5/2026), menjelaskan gas tersebut diduga kuat berasal dari endapan rawa purba yang terkubur di bawah kawasan permukiman.
“Kami melakukan investigasi untuk mencari pemicu api. Indikasinya adalah gas yang berada di bawah permukaan. Kawasan ini dahulunya merupakan rawa sebelum beralih fungsi menjadi permukiman penduduk,” ujar Prof. Basuki dalam keterangan yang diterima, Senin (1/6/2026).
Dugaan ini diperkuat dengan temuan singkapan batuan lanau di lokasi, yang merupakan ciri khas formasi batuan di kawasan rawa. Tim peneliti juga menemukan gelembung udara saat melakukan pengujian di dasar Sungai Nepen, yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi rumah terdampak.
Migrasi Gas Melalui Jalur Patahan
Analisis tim FTME UPN menunjukkan bahwa gas yang terakumulasi dalam lapisan batuan di bawah tanah mengalami kejenuhan. Gas tersebut kemudian bergerak mencari jalur pelepasan (rilis) menuju permukaan.
“Kami menemukan indikasi jalur semacam patahan atau retakan yang mengarah ke utara, tepat ke arah rumah tersebut. Jalur inilah yang diperkirakan menjadi celah bagi gas metana untuk bermigrasi dan keluar ke permukaan,” tambah Prof. Basuki. Meski demikian, ia mencatat bahwa tekanan gas tersebut saat ini tergolong relatif lemah.
- Jumat (22/5/2026): Api pertama kali dilaporkan membakar pintu kamar mandi dan handuk.
- Sabtu (23/5/2026): Kebakaran menghanguskan kursi ruang tamu, kasur, dan kain.
- Minggu (24/5/2026): Laporan kebakaran di rumah pemotongan ayam wilayah Kasuran, Mriyan.
- Total Insiden: Pemilik rumah melaporkan sedikitnya telah terjadi 57 kemunculan titik api spontan dalam beberapa hari terakhir.
Rekomendasi Keamanan bagi Warga
Dr. Sarju Winardi dari Fakultas Teknik UGM menyatakan bahwa timnya tengah melakukan pemetaan kondisi lapangan dan pengumpulan data jaringan perpipaan serta saluran pembuangan limbah. Langkah lanjutan berupa pengambilan sampel laboratorium akan dilakukan untuk memastikan penyebab secara absolut.
Sebagai langkah preventif guna menghindari akumulasi gas yang membahayakan, tim ahli memberikan dua rekomendasi utama bagi penghuni rumah dan warga sekitar:
- Optimalisasi Sirkulasi Udara: Membuka seluruh ventilasi dan akses udara selebar mungkin agar gas tidak terjebak di dalam ruangan.
- Evakuasi Material Mudah Terbakar: Memindahkan barang-barang berpori dan mudah terbakar seperti sofa, kain, tikar, dan kasur dari area terdampak untuk sementara waktu.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi langkah cepat para akademisi dalam membantu investigasi ini. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, tim Gegana, dan akademisi dapat memberikan kepastian ilmiah sehingga masyarakat kembali tenang. (AU/I-1)
| Unsur Investigasi | Temuan Lapangan |
|---|---|
| Jenis Gas | Metana (CH4) |
| Sumber Geologis | Endapan Rawa Purba / Batuan Lanau |
| Pemicu Migrasi | Retakan/Patahan di bawah permukaan |
| Lokasi Terdampak | Mriyan, Margoagung, Seyegan, Sleman |
