Milos Raickovic Resmi Berpisah dengan Persebaya Surabaya
Pesepakbola Persebaya Surabaya Milos Raickovic (tengah).(Antara)

GELANDANG asing asal Montenegro, Milos Raickovic, resmi mengakhiri masa baktinya bersama Persebaya Surabaya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @milos_rai, pada Senin (1/6), pemain berusia 32 tahun tersebut menyampaikan salam perpisahan emosional kepada manajemen, rekan setim, serta pendukung setia klub, Bonek dan Bonita.

Raickovic dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad Bajol Ijo untuk musim mendatang. Dalam pesannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan membela klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut dan menyebut pengalamannya di Surabaya sebagai momen yang sangat berkesan.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub (kecuali satu orang) atas dukungan, kepercayaan, dan momen-momen yang kita lewati bersama selama saya di Persebaya. Merupakan kehormatan dan keistimewaan bisa mengenakan jersei Persebaya,” tulis Raickovic.

Pilar Penting di Lini Tengah

Sepanjang musim 2025/2026, Raickovic merupakan sosok sentral dalam skema permainan Persebaya. Ia tercatat sebagai salah satu pemain dengan menit bermain tertinggi, yang menunjukkan betapa vital perannya dalam menjaga keseimbangan lini tengah tim di bawah arahan pelatih.

Salah satu momen ikoniknya musim lalu adalah saat membantu Persebaya melumat PSBS Biak dengan skor telak 4-0, di mana ia berhasil menyumbangkan dua gol. Secara keseluruhan, kontribusinya sangat nyata dalam membantu tim bersaing di papan atas kompetisi.

Statistik Milos Raickovic (Musim 2025/2026):







Penampilan 33 Pertandingan
Menit Bermain 2.618 Menit
Gol 3 Gol
Assist 1 Assist

Apresiasi untuk Bonek dan Bonita

Tidak lupa, Raickovic memberikan apresiasi tinggi kepada basis massa pendukung Persebaya. Baginya, atmosfer yang diciptakan Bonek dan Bonita di stadion, terutama saat berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, adalah energi yang luar biasa bagi para pemain.

“Terima kasih khusus kepada Bonek dan Bonita. Bermain di depan kalian adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan,” tambahnya. Ia juga meyakini bahwa Persebaya memiliki masa depan cerah dan layak untuk segera merengkuh trofi juara di musim-musim mendatang.

Meski kini harus berpisah, pemain bertinggi badan 187 cm ini tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Surabaya suatu saat nanti. Ia menutup pesannya dengan slogan khas klub, “Salam satu nyali, WANI!” (Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *