Mirip Guntur Gandeng Nakisha di Single Bukan di Bumi yang Ini
Mirip Guntur (kanan( dan Nakisha(MI/HO)

PROYEK musik Mirip Guntur kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk Bukan di Bumi yang Ini. Single ini hadir sebagai narasi lanjutan dari karya sebelumnya, Sampai Antariksa, yang konsisten membangun semesta cerita tentang cinta yang terasa jauh namun tetap membekas di hati.

Dalam rilisan kali ini, Mirip Guntur berkolaborasi dengan penyanyi muda berbakat asal Bandung, Nakisha (Sasha). Nama Nakisha sendiri sudah tidak asing di industri musik tanah air setelah sebelumnya meniti jejak melalui ajang pencarian bakat Indonesian Idol Junior dan The Voice Kids Indonesia.

Perpaduan vokal Nakisha yang lembut namun emosional dengan nuansa dreamy khas Mirip Guntur menciptakan atmosfer lagu yang menyerupai percakapan intim antara dua insan.

Pesan yang Tak Pernah Terkirim

Secara tematik, Bukan di Bumi yang Ini digambarkan sebagai sebuah pesan singkat yang tidak pernah benar-benar sampai ke penerima yang tepat. Lagu ini menangkap momen ketika dua orang saling memiliki rasa, namun harus berbenturan dengan realita dan waktu yang tidak berpihak pada mereka.

Lagu ini merupakan buah karya dari Happy Andromeda dan Dimas Bokor. Keduanya dikenal lewat tangan dingin mereka dalam menggarap lagu-lagu puitis seperti Bahagia Lagi (Piche Kota) serta Sumpah Mati. Gaya penulisan yang puitis namun tetap ringan menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan pesan tentang penerimaan tanpa rasa amarah.

Detail Produksi Single








Judul Lagu Bukan di Bumi yang Ini
Kolaborator Nakisha (Sasha)
Penulis Lagu Happy Andromeda & Dimas Bokor
Tema Utama Cinta, Realita, dan Ketepatan Waktu
Single Sebelumnya Sampai Antariksa

Menerima Tanpa Memaksa

Berbeda dengan lagu bertema patah hati pada umumnya, single ini tidak bicara soal penolakan atau akhir dari sebuah hubungan. Fokus utamanya adalah kondisi “belum waktunya”. Meskipun membawa muatan emosional yang dalam, aransemen musiknya tetap dijaga agar terasa tenang dan hangat.

Bukan di Bumi yang Ini menjadi ruang refleksi bagi siapa saja yang pernah merasakan cinta yang nyata namun terhalang oleh keadaan. Sebuah pengingat bahwa jika kebersamaan tidak bisa terwujud di dunia saat ini, mungkin hal itu akan terjadi di semesta yang lain.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *