Karina Moudy Debut di Sekawan Limo 2: Kekuatan Budaya Jawa
Karina Moudy(Instagram @karinamoudy)

AKTRIS Karina Moudy mengungkapkan kekagumannya terhadap muatan budaya lokal yang menjadi nyawa dalam film terbaru garapan sutradara Bayu Skak, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih. Menurutnya, konsistensi penggunaan bahasa daerah memberikan daya tarik yang luar biasa bagi industri sinema tanah air.

Dalam konferensi pers, dikutip Rabu (27/5), Karina menyebut bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam hampir seluruh adegan film merupakan kekuatan utama. Sebagai sosok yang pernah menyandang gelar Puteri Indonesia Pariwisata, ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan misi pelestarian budaya yang diusung film ini.

“Saya kan Puteri Indonesia Pariwisata, jadi erat kaitannya dengan budaya. Film ini membawa budaya Indonesia dengan menjadi salah satu film yang secara total berbahasa Jawa, itu menjadikan daya tariknya luar biasa,” ujar Karina.

Debut Layar Lebar dan Pesan Moral

Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih sekaligus menandai debut aktif Karina Moudy di industri film layar lebar. Melalui keterlibatannya dalam proyek bergenre horor komedi ini, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai proses dan kerja keras.

Ia menekankan pentingnya menghargai setiap tahapan karier, mulai dari proses casting hingga syuting, tanpa mencari jalan pintas.

“Tidak bisa sesuatu diraih dengan instan. Karena sesuatu yang instan akan berujung petaka pada akhirnya. Jadi nikmatilah prosesnya,” tuturnya bijak.

Informasi Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih










Aspek Keterangan
Judul Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih
Sutradara Bayu Skak
Genre Horor Komedi
Pemeran Baru Karina Moudy
Ciri Khas Dominasi Bahasa Jawa
Tanggal Rilis 27 Mei 2026

Mendorong Pariwisata Daerah

Lebih lanjut, Karina berharap tren mengangkat bahasa dan tradisi lokal dalam film terus berlanjut. Hal ini diyakini dapat menjadi motor penggerak bagi industri kreatif sekaligus mempromosikan potensi pariwisata di berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga memberikan apresiasi kepada visi Bayu Skak yang konsisten membawa identitas kedaerahan ke kancah nasional maupun internasional.

“Harapannya, seperti cita-citanya Mas Bayu, ini bisa memajukan pariwisata Indonesia, dari daerah untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia,” pungkasnya. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *