
IRAN mengirim delegasi tingkat tinggi ke Doha pada Senin (25/6) untuk membahas tuntutan Teheran dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait konflik yang terus memanas antara kedua negara.
Delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Turut hadir pula Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati.
Menurut laporan kantor berita IRNA, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik yang dimediasi Pakistan untuk mendorong penyelesaian konflik antara Washington dan Teheran.
Dalam agenda di Doha, delegasi Iran dijadwalkan melakukan konsultasi dengan pejabat Qatar mengenai berbagai aspek negosiasi yang berkaitan dengan upaya mengakhiri perang.
Meski delegasi Amerika Serikat tidak hadir langsung dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membenarkan adanya komunikasi diplomatik yang berlangsung di Qatar.
“Ada sejumlah pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini. Jadi kita akan lihat apakah kita bisa membuat kemajuan,” kata Rubio dilansir The New York Times, Selasa (26/5).
Rubio memperkirakan proses negosiasi tidak akan berlangsung singkat karena kedua pihak masih akan membahas detail bahasa dalam dokumen awal kesepakatan.
“Presiden telah menyatakan keinginannya untuk mewujudkan. Dia akan membuat kesepakatan yang baik atau tidak sama sekali,” ujar Rubio.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran hampir tercapai dan hanya tinggal menunggu finalisasi.
Trump juga menegaskan ambisinya untuk menghentikan program nuklir Iran, termasuk menghancurkan fasilitas nuklir atau memindahkan uranium yang telah diperkaya.
Namun, pihak Iran menolak tuntutan tersebut. Teheran menegaskan program pengayaan uranium dan pengembangan nuklir merupakan bagian penting dari kepentingan nasional mereka.
Di tengah upaya diplomatik yang masih berjalan, ketegangan militer antara kedua negara tetap berlangsung.
Beberapa jam setelah delegasi Iran tiba di Doha, militer AS dilaporkan melancarkan serangan terhadap lokasi peluncuran rudal di Iran serta kapal-kapal yang diduga akan memasang ranjau. (E-4)
