Pemkot Bontang Pastikan Seluruh Hewan Kurban di Wilayahnya Sehat dan Aman
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris meninjau sejumlah lokasi penjualan ternak di wilayahnya.(Dok. DIskominfo Kota Bontang)

MENJELANG Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Bontang mulai menunjukkan peningkatan. Lapak-lapak penjualan ternak tampak lebih ramai seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban. Untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi penjualan ternak di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan yang berpusat di lapak temporer penjualan sapi kurban, Jalan Pupuk Raya tersebut, Agus Haris didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Ahmad Aznem beserta jajaran terkait untuk memantau kondisi hewan kurban di lapangan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi kesehatan ternak, ketersediaan pakan, kebersihan kandang, hingga kesiapan stok hewan kurban menghadapi puncak pembelian menjelang Iduladha.

“Kita pastikan hewan kurban yang dijual di Kota Bontang sehat, aman, dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Agus Haris pada Senin (25/5).

Berdasarkan data DKP3 Kota Bontang, stok hewan kurban saat ini mencapai 1.502 ekor sapi, 1.522 ekor kambing, dan 97 ekor domba. Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha tahun ini.

Sebagian besar pasokan kambing dan domba didatangkan dari Jawa Timur. Meski berasal dari luar daerah, Pemerintah Kota Bontang memastikan seluruh ternak tetap melalui prosedur pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum dipasarkan.

Pemkot Bontang menegaskan seluruh hewan kurban wajib melalui tahapan pengawasan kesehatan, mulai dari vaksinasi, pemeriksaan dokter hewan, hingga masa adaptasi sebelum dijual kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan ternak bebas dari penyakit menular dan aman dikonsumsi.

Saat ini, Kota Bontang juga dinyatakan dalam kondisi aman dari penyakit hewan menular sehingga tidak ada larangan masuk bagi sapi dari luar daerah. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi pedagang maupun masyarakat yang tengah mencari hewan kurban berkualitas.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah kota (Pemkot) Bontang turut membuka ruang dialog bersama para peternak dan pedagang. Agus Haris menilai sektor peternakan di Kota Bontang terus menunjukkan perkembangan positif.

Menurutnya, berbagai program yang berjalan selama ini mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kerja sama antara peternak dan pedagang. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha ternak, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (RO/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *