
LAPANGAN tanah liat Roland Garros menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah era besar dalam dunia tenis. Dua sosok ikonik, Stan Wawrinka dan Gael Monfils, resmi mengakhiri perjalanan mereka di turnamen Grand Slam tersebut setelah menelan kekalahan pada babak pertama prancis Terbuka 2026, Senin (25/5).
Meski harus angkat koper lebih awal, atmosfer di Paris tidak terasa seperti sebuah kekalahan. Sebaliknya, publik Prancis memberikan penghormatan luar biasa bagi kedua petenis yang telah mewarnai sirkuit ATP selama dua dekade terakhir.
Momen Terakhir Sang Juara 2015
Bertanding di Lapangan Simonne-Mathieu, Stan Wawrinka harus mengakui keunggulan petenis muda Jesper de Jong. Namun, skor akhir seolah menjadi sekunder ketika penonton berdiri memberikan tepuk tangan meriah (standing ovation) bagi pria asal Swiss tersebut.
“Sungguh luar biasa. Lebih dari yang bisa saya harapkan dan yang bisa saya lakukan,” ujar Wawrinka sebagaimana dikutip dari ATP.
Di usianya yang ke-41, Wawrinka mengaku dukungan emosional dari penggemar adalah alasan utamanya tetap bertahan di level tertinggi hingga saat ini.
Wawrinka meninggalkan Roland Garros dengan warisan yang mentereng. Ia adalah juara 2015 dan finalis 2017. Selama kariernya di Paris, ia mencatatkan rekor kemenangan yang impresif dan pernah menumbangkan seluruh anggota Big Four (Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray) di lapangan tanah liat tersebut.
Perpisahan “The Showman” Gael Monfils
Suasana haru juga menyelimuti Court Philippe-Chatrier menjelang tengah malam. Gael Monfils, petenis yang dikenal dengan gaya bermain akrobatiknya, memainkan pertandingan terakhirnya di Roland Garros setelah kalah dari rekan senegaranya, Hugo Gaston.
Monfils, yang kini berusia 39 tahun, sebelumnya telah mengumumkan bahwa 2026 akan menjadi musim terakhirnya. Perpisahan ini menjadi sangat spesial karena kehadiran rekan-rekan seperjuangannya di “Kuartet Prancis”, Richard Gasquet, Gilles Simon, dan Jo-Wilfried Tsonga, yang turun ke lapangan untuk memberikan penghormatan.
Sebagai bentuk apresiasi global, sebuah video penghormatan diputar di layar besar, menampilkan pesan dari para rival terbesarnya seperti Rafael Nadal, Novak Djokovic, Roger Federer, hingga bintang muda Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz.
Data Karier Roland Garros: Wawrinka & Monfils
| Aspek | Stan Wawrinka | Gael Monfils |
|---|---|---|
| Usia Saat Pensiun (RG) | 41 Tahun | 39 Tahun |
| Rekor Menang-Kalah | 46-20 | Semifinalis (2008) |
| Pencapaian Terbaik | Juara (2015), Finalis (2017) | Semifinal (1x), Perempat Final (3x) |
| Lawan Terakhir | Jesper de Jong | Hugo Gaston |
“Ini adalah akhir dari sebuah petualangan. Perjalanan yang luar biasa untukmu, untuk kita semua, dan untuk semua orang yang menikmati permainanmu,” pungkas Gilles Simon dalam pidato perpisahannya untuk Monfils.
Dengan pensiunnya Wawrinka dan Monfils dari Roland Garros, tenis dunia kehilangan dua karakter paling karismatik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan tanah liat Paris. (Ant/Z-1)
