
KETUA Umum Panitia SNPMB Eduart Wolok menyebut masih tersedia sekitar 186.000 kuota jalur mandiri PTN yang dapat diperebutkan oleh para calon mahasiswa.
“Untuk SNBT itu ada 871.000 peserta dengan yang diterima ada 256.000. Adapun saat ini di perguruan tinggi negeri masih tersedia kuota sekitar 186.000 yang masih bisa diperebutkan oleh anak-anak kita,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Jalur SNBT dan Pengumuman Calon Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Jalur SNBT Tahun 2026 di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (25/5).
Jalur mandiri bersifat khusus per PTN dan tidak diselenggarakan secara nasional. Peserta yang berminat dapat mendaftar langsung ke PTN tujuan masing-masing.
Sementara bagi yang dinyatakan lulus SNBT, Eduart meminta segera melakukan verifikasi dan daftar ulang sesuai ketentuan PTN tempat mereka diterima.
“Bagi yang belum lulus dan tetap ingin memperebutkan kursi di PTN, bisa mendaftar melalui jalur seleksi mandiri di masing-masing PTN,” ujar Eduart.
Adapun terkait peningkatan kuota SNBT tahun ini bukan penambahan baru, melainkan hasil pengalihan dari kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak terisi. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok mengatakan pada jalur SNBP jenjang Diploma 3 terdapat sekitar 4.000 kursi yang tidak terisi dari total awal 15.758 kuota.
Lalu sisa tersebut kemudian dialihkan ke SNBT, sehingga kuota SNBT meningkat dari 261.518 menjadi 286.864 kursi. “Jadi bukan penambahan daya tampung, tetapi optimalisasi kuota yang sudah ditetapkan,” ujar Eduart.
Dari total 286.864 kursi SNBT, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus atau sekitar 89,37 persen dari daya tampung. Sementara itu, sekitar 10 persen kursi yang belum terisi akan dialihkan ke jalur mandiri.
Animo peserta juga menunjukkan tren positif. Jumlah peserta UTBK-SNBT 2026 mencapai 871.496 orang, meningkat dibanding 785.058 peserta pada 2024. “Tingkat kehadiran pun membaik dengan persentase mencapai 97,13%, menandakan komitmen peserta semakin tinggi,” katanya.
Dalam pilihan program studi, jenjang sarjana masih mendominasi pilihan pertama. Namun, minat terhadap program vokasi seperti Diploma 3 dan Sarjana Terapan (D4) terus meningkat, terutama pada pilihan ketiga. Hal ini menunjukkan semakin baiknya pemahaman siswa terhadap kesesuaian minat dan prospek karier.
Meski demikian, tingkat kelulusan SNBT masih berada di kisaran 29,42% dari total pendaftar. Eduart menegaskan bahwa keterbatasan daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN) disesuaikan dengan kapasitas sarana, prasarana, dan sumber daya manusia.
“Seleksi ini bukan sekadar menerima sebanyak mungkin mahasiswa, tetapi memastikan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga,” ungkapnya.
SNPMB juga menegaskan komitmen menjaga integritas seleksi. Berbagai upaya pencegahan kecurangan dilakukan, termasuk pengacakan lokasi ujian dan penggunaan teknologi verifikasi berbasis AI. Peserta yang terbukti melakukan kecurangan berat akan dikenai sanksi blacklist di seluruh jalur PTN.
“Bagi peserta yang belum lolos, panitia mengingatkan masih tersedia jalur mandiri dan peluang di perguruan tinggi swasta. SNBT, dan bukan satu-satunya pintu menuju pendidikan tinggi,” pungkasnya. (E-4)
