Persiapan Armuzna 2026: Tim Kesehatan Haji Brebes Intensifkan Layanan Jemaah
Tim kesehatan haji Brebes(Supardji Rasban/MI)

MENJELANG fase puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 13 Dzulhijjah 1447 H atau 25-30 Mei 2026, pelayanan kesehatan bagi jemaah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini semakin diintensifkan. Langkah ini diambil mengingat beratnya beban fisik yang akan dihadapi jemaah selama prosesi tersebut.

Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terus melakukan pemantauan ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah, terutama yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti), tetap dalam kondisi stabil sebelum memasuki fase puncak haji.

Petugas Haji Daerah (PHD) Umum Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, melaporkan langsung dari Tanah Suci bahwa ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang sangat menantang. Faktor cuaca dan mobilitas menjadi perhatian utama tim medis.

“Ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang sangat berat. Suhu udara yang tinggi, mobilitas yang padat, jarak tempuh yang jauh, serta perubahan pola makan dan istirahat dapat memengaruhi kondisi tubuh jemaah,” ujar Azmi melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Senin (25/5/2026).

Fokus pada Pendekatan Preventif

Azmi menjelaskan bahwa banyak jemaah asal Indonesia, termasuk dari Brebes, yang memiliki penyakit penyerta atau masuk kategori lansia. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada pengobatan, tetapi lebih kepada langkah promotif dan preventif.

Langkah Strategis Tim Kesehatan Brebes:

  • Edukasi penggunaan obat-obatan rutin bagi penderita hipertensi, diabetes, dan jantung.
  • Imbauan rutin untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi.
  • Pemantauan kesehatan berkala di hotel sebelum keberangkatan ke Arafah.
  • Pengaturan aktivitas fisik agar jemaah tidak kelelahan sebelum hari wukuf.

Menurut Azmi, kepatuhan jemaah dalam mengonsumsi obat-obatan kronis menjadi kunci utama. Petugas kesehatan di lapangan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tidak ada jemaah yang terlewat dalam jadwal pengobatannya.

“Petugas kesehatan juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi mengenai penggunaan obat-obatan yang benar. Bagi jemaah dengan penyakit kronis, kepatuhan menjadi faktor yang sangat penting,” tambahnya.

Dengan pengawasan yang intensif, diharapkan seluruh jemaah haji asal Brebes dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan lancar. “Jemaah yang sehat akan lebih mudah mencapai sukses ritual,” pungkas Azmi.

Kesiapan tim kesehatan ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam menekan angka kesakitan dan kematian jemaah selama operasional haji 2026, khususnya pada periode krusial di Armuzna. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *