Dampak Cuaca, Para Jemaah Haji asal Panajam Paser Utara Alami Batuk dan Pilek
Jemaah haji Panajam Paser Utara.(MI/Ervan Masbanjar)

SEJUMLAH jemaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menderita flu yakni batuk dan pilek. Hal tersebut disebabkan dampak dari cuaca di Tanah Suci Arab Saudi. Kondisi ini memang menjadi salah satu reaksi bawaan bagi seluruh jemaah haji.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten PPU Budi Atmaja menuturkan, berdasarkan informasi terbaru dari dokter Petugas Haji Daerah (PHD) PPU kini hampir semua jemaah haji PPU mulai batuk dan pilek. Namun, hal itu wajar terjadi akibat iklim yang berbeda dengan Indonesia. 

“Penyakit batuk dan flu itu wajar terjadi akibat iklim yang beda dengan di PPU atau Indonesia pada umumnya, namun penyakit ini tidak sampai menyebabkan jemaah harus mendapatkan penanganan medis serius,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya menyebut hingga kini belum ada jemaah haji PPU yang dinyatakan sakit berat sehingga harus dirawat di rumah sakit di Tanah Suci. Jadi pada umumnya kondisi kesehatan jemaah dalam kondisi baik dan siap melaksanakan ibadah haji hingga tuntas.

“Sampai saat ini kami belum menerima informasi terkait jemaah PPU yang alami sakit berat dan alhamdulillah semua sehat. Hal ini sesuai dengan pernyataan dokter PHD PPU,” ungkap Budi. 

Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada saat ini jumlah jemaah haji mengalami penambahan, awalnya total sebanyak 153 dengan rincian tergabung dalam Kelompok terbang atau Kloter 4 satu jemaah, kloter 8 ada 148 orang, kloter 14 satu jemaah dan kloter 15 sejumlah tiga jemaah. Hari ini direncanakan tiba jemaah haji Embarkasi Balikpapan. 

Kini, beber Budi, jumlah jemaah alami perubahan menjadi 157 orang, karena tambahan empat orang lagi dan masuk dalam kloter 17. Tambahan itu merupakan jemaah cadangan yang berubah status naik menjadi jemaah berangkat. Sementara itu, terdapat satu jemaah haji yang meninggal dunia di Mekah.

“Sehingga total haji, jika semua berangkat berjumlah 157 orang, namun saat pulang jumlah menjadi 156, atau berkurang satu jemaah karena wafat saat berada di Mekah atas nama Haru Rusdi Noto Siswoyo berusia 71 tahun, tergabung dalam kloter 8 asal Kecamatan Sepaku, meninggal dunia karena kelelahan saat melaksanakan ibadah haji umrah dan jasadnya telah dimakamkan di Mekah,” pungkasnya.(EM/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *