Koperasi Merah Putih di Yogyakarta Layani 6.500 Seragam Batik ASN
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengunjungi aktivitas koperasi merah putih.(Dok.Humas Pemkot Yogyakarta)

PULUHAN Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) telah beroperasi di Kota Yogyakarta. Mereka beraktivitas menjalankan usaha-usahanya meskipun belum ada gerai yang dibangun, mulai dari memproduksi batik Yogya Segoro Amarto Reborn untuk seragam ASN Pemkot Yogyakarta sampai menyediakan kebutuhan bahan pokok.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan, meskipun belum ada gerai karena keterbatasan lahan yang memenuhi syarat untuk membangun infrastruktur, KKMP di Kota Yogyakarta sudah beraktivitas. Karya nyata KKMP adalah membuat batik Segoro Amarto.

“Jadi Koperasi Merah Putih sudah punya delapan unit (usaha) untuk pengecapan batik. Kemarin sudah berhasil melayani sebanyak 6.500 PNS seragam batik Segoro Amarto, semua sudah dibikin oleh Koperasi Merah Putih,” terang Hasto ditemui di sela mengikuti peresmian operasionalisasi KDKMP secara daring di Gunungketur, Sabtu (16/5).

Hasto menyampaikan, di Kota Yogyakarta setahun lalu belum banyak perajin batik cap untuk seragam  dalam jumlah besar. Namun, kini sudah ada di 8 KKMP yang memproduksi batik Segoro Amarto, salah satunya batik dengan metode cap. 

Sekarang ini Koperasi Merah Putih menyiapkan diri untuk produksi batik gelombang kedua untuk anak-anak sekolah yang jumlahnya 65.000. “Saya kira, kita ingin mewujudkan kemampuan Koperasi Merah Putih menghidupkan UMKM dan pengrajin batik di Kota Yogyakarta,” papar dia.

Pemkot Yogyakarta kini juga menyiapkan lahan untuk membangun gerai KKMP. Kasultanan Ngayogyakarta memberikan palilah atau hak penggunaan lahan sekitar 3.000 meter persegi di wilayah Umbulharjo. 

Rencananya, lahan seluas 1.000 meter persegi untuk infrastruktur KKMP yang 1.000 meter persegi untuk bioflok memelihara ikan lele yang dikelola KKMP. Kemudian yang 1.000 lagi untuk integrated farming program guna mengolah pupuk.

“Kita ingin membikin pupuk dkemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk,” lanjut Hasto.

AKTIVITAS KKMP

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto mengatakan, saat ini dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta yang sudah punya aktivitas KKMP ada 32 kelurahan. 

Usaha yang dikembangkan, antara lain ada batik, penyediaan bahan pokok dan jasa Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), termasuk bermitra dengan hotel-hotel dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis. 

KKMP di Kota Yogyakarta selama ini memanfaatkan lahan-lahan milik pengurusnya. Dengan adanya koperasi ini, para pengrajin batik tidak berjalan sendiri, tetapi menjalankan usaha melalui koperasi, dari mengurus bahan bakunya sampai memasarkannya  “Kita memang mendorong KKMP punya aktivitas itu berdasarkan potensi lokal,” ujat dia.

Ketua KKMP Gunungketur Reza Murtaza menyampaikan, koperasinya sudah  memproduksi 650 lembar batik Segoro Amarto pesanan ASN Pemkot Yogyakarta. Kini produksi rutin batik sekitar 40 lembar setiap kali produksi untuk stok guna memenuhi permintaan yang belum memiliki seragam Segoro Amarto, misalnya pesanan guru-guru TK sampai SMP.

Produksi batik, lanjut dia, lebih eksis karena ada instruksi wali kota untuk seragam Segoro Amarto. Dengan adanya koperasi ini, manajemennya jadi lebih gampang dan para pengrajin batik bisa terus produksi setelah stok habis. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *