Gunting, Korek Api Gas, hingga Sampo Ukuran Jumbo Disita di Embarkasi Makassar
Kabag Humas PPIH Embarkasi Makassar, Mawardi Siradj, di Aula Mina Asrama Haji Sudiang menunjukkan langsung barang sitaan dari jemaah calon haji embarkasi Makassar.(MI/Lina Herlina)

PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyita puluhan barang terlarang dari tas kabin jemaah calon haji (JCH) saat pemeriksaan sinar-X di Asrama Haji Sudiang.

Temuan berupa gunting, korek api gas, cairan melebihi 100 ml, hingga makanan tradisional tanpa label kedaluwarsa menunjukkan masih lemahnya pemahaman jemaah terhadap aturan keselamatan penerbangan internasional.

Barang-barang tersebut langsung diamankan sebelum jemaah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Kabag Humas PPIH Embarkasi Makassar, Mawardi Siradj, di Aula Mina Asrama Haji Sudiang menunjukkan langsung barang sitaan itu. “Di hadapan saya ini ada barang yang menurut aturan penerbangan internasional dilarang dibawa jemaah sebelum naik pesawat,” ujarnya.

Barang-barang yang disita antara lain, gunting dan benda tajam lainnya, korek api gas, cairan, aerosol, dan gel (LAG’s) dalam kemasan besar seperti sampo, sabun cair, hand body, hingga minuman kemasan. Ada juga makanan tradisional tanpa informasi masa simpan.

Padahal, aturan keamanan penerbangan telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional serta Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor SKEP 43/III/2007. 

Benda tajam, korek api, dan baterai lithium termasuk kategori barang berbahaya yang dilarang di kabin pesawat. 

Sementara untuk cairan, hanya diperbolehkan maksimal 100 mililiter per kemasan pada penerbangan internasional, dengan pengecualian untuk obat-obatan medis, makanan bayi, dan kebutuhan diet khusus.

Mawardi menyayangkan masih banyak jemaah yang membawa cairan ukuran besar. “Aturan ini sudah berkali-kali disosialisasikan sejak manasik haji di daerah masing-masing. Tapi kenyataannya, masih saja ada yang membawa sampo ukuran jumbo ke tas kabin,” keluhnya.

Yang tidak kalah mengkhawatirkan, petugas juga menemukan makanan tradisional tanpa label kedaluwarsa. 

“Jangan sampai ketika jemaah mengonsumsi makanan itu selama karantina atau penerbangan, justru mengganggu kesehatannya. Awalnya ingin ibadah dengan nyaman, malah sakit dan tidak bisa melaksanakan ibadah.”

PPIH berharap temuan ini menjadi edukasi penting bagi seluruh calon jemaah haji agar lebih patuh terhadap aturan penerbangan internasional.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Patuhi aturan, agar perjalanan ibadah haji berjalan lancar dan selamat,” tegas Mawardi. (LN/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *