
Drama luar biasa tersaji di Stadion Celtic Park saat tuan rumah Celtic FC vs Hearts bentrok dalam laga penentuan gelar juara Liga Skotlandia 2025/2026. The Hoops sukses mengunci trofi liga ke-14 mereka dalam 15 musim terakhir setelah membalikkan keadaan untuk menang dengan skor meyakinkan 3-1, Sabtu (16/5/2026).
Kemenangan ini menjadi akhir yang dramatis bagi Heart of Midlothian (Hearts). Tim tamu yang memimpin klasemen hampir sepanjang musim tersebut sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengakhiri puasa gelar liga selama 60 tahun. Namun, ketangguhan mental anak asuh Brendan Rodgers di hadapan pendukung sendiri terbukti menjadi pembeda.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Celtic dan Kejutan Hearts
Bermain di bawah tekanan atmosfer Celtic Park yang bergemuruh, Hearts sempat membungkam publik tuan rumah pada menit ke-43. Penyerang andalan mereka, Lawrence Shankland, berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan tajam memanfaatkan skema tendangan sudut. Skor 0-1 sempat membuat asa juara Hearts membumbung tinggi.
Namun, keunggulan tersebut sirna di masa injury time babak pertama. Melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih setelah Alexandros Kyziridis dianggap melakukan handball saat mencoba memblok umpan silang Kieran Tierney. Arne Engels yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-45+4, mengubah skor menjadi 1-1 sebelum turun minum.
Statistik Kunci Celtic FC vs Hearts:
| Skor Akhir | 3 – 1 |
| Pencetak Gol Celtic | A. Engels (45+4′ P), D. Maeda (87′), C. Osmand (90+8′) |
| Pencetak Gol Hearts | L. Shankland (43′) |
| Venue | Stadion Celtic Park, Glasgow |
Momen Krusial Daizen Maeda dan Callum Osmand
Memasuki babak kedua, Celtic terus menggempur pertahanan Hearts. Kelechi Iheanacho nyaris membawa Celtic unggul, namun tembakannya masih membentur tiang gawang. Kebuntuan baru pecah pada menit ke-87 melalui aksi Daizen Maeda.
Pemain asal Jepang tersebut mencetak gol krusial dari jarak dekat yang sempat dianulir asisten wasit karena indikasi offside. Namun, setelah pengecekan VAR yang menegangkan, gol tersebut disahkan dan membuat Celtic berbalik unggul 2-1. Hearts yang mencoba menyerang total di sisa waktu justru kembali kebobolan.
Melalui skema serangan balik cepat di menit ke-90+8, Callum Osmand mengunci kemenangan dengan menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan trofi Scottish Professional Football League (SPFL) tetap berada di Glasgow.
Dengan hasil ini, Celtic kembali menegaskan dominasi mereka di sepak bola Skotlandia, sementara Hearts harus puas mengakhiri musim sebagai runner-up meski sempat tampil impresif sepanjang kompetisi. (Z-10)
