Kemenhaj Siapkan 15 Porsi Makanan Siap Santap Nusantara untuk Puncak Haji 2026, Ada Rendang
Sejumlah pekerja menyiapkan makanan bagi jamaah calon haji Indonesia di dapur katering Safwat al-Wisam Grp.Ltd, Makkah, Arab Saudi, Senin (11/5/2026). Dapur katering tersebut memproduksi ribuan porsi makanan setiap harinya dengan mempertahankan cita rasa k(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/YU)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan layanan konsumsi bagi jamaah calon haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Sebanyak 15 porsi makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) dengan cita rasa khas Nusantara telah disiapkan untuk menjamin kenyamanan jamaah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa pemilihan menu seperti rendang dilakukan secara sengaja. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, menu ini diharapkan menjadi “obat rindu” bagi jamaah terhadap masakan Tanah Air.

“Dari dapur akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jamaah calon haji kita bisa tenang dalam melakukan ibadah,” ujar Jaenal usai melakukan koordinasi dengan penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5) malam.

Jadwal Distribusi dan Transisi ke Armuzna

Jaenal menjelaskan bahwa pendistribusian makanan siap santap ke hotel-hotel jamaah akan dimulai pada 23 Mei 2026 atau bertepatan dengan 6 Dzulhijjah 1447 H. Langkah ini diambil untuk memastikan stok pangan jamaah aman sebelum pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Adapun saat memasuki rangkaian puncak haji di Armuzna (8-13 Dzulhijjah), tanggung jawab penyediaan konsumsi akan beralih kepada pihak syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji Arab Saudi.

Penyedia Layanan Konsumsi di Armuzna:

  • Rakeen Mashariq
  • Albait Guest

“Ini sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan,” tegas Jaenal terkait kesiapan pihak syarikah.

Standar Ketat dan Juru Masak Indonesia

Untuk menjaga kualitas, Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan pengawasan berlapis. Terdapat tiga indikator utama yang wajib dipenuhi oleh penyedia dapur:







Indikator Pelayanan Detail Pengawasan
Kualitas Rasa Wajib melibatkan juru masak asal Indonesia.
Takaran (Gramasi) Sesuai standar gizi yang ditetapkan PPIH.
Ketepatan Waktu Distribusi terjadwal ke hotel-hotel jamaah.

Kemenhaj menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan guna memastikan seluruh tamu Allah mendapatkan pelayanan terbaik hingga akhir rangkaian ibadah haji.  (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *