
PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau sejarah dan barang-barang peninggalan aktivis buruh legendaris tersebut yang kini telah resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional.
Dalam pantauan siaran daring, Presiden Prabowo didampingi oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Andi Gani memberikan penjelasan mendalam pada Prabowo mengenai artefak perjuangan Marsinah, termasuk tuntutan kenaikan upah pokok yang menjadi pemicu peristiwa tragis pada 1993 silam.
“Sejarah luar biasa untuk buruh Pak,” ujar Andi Gani saat mendampingi Presiden Prabowo melihat koleksi museum. Ia juga mengapresiasi langkah berani Presiden Prabowo yang telah menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 lalu. “Bapak sudah meletakkan dasar yang sangat luar biasa untuk gerakan buruh Indonesia,” tambahnya.
- Mei 1993: Marsinah memimpin negosiasi ratusan buruh untuk menuntut upah minimum dan otonomi serikat buruh.
- 5 Mei 1993: Marsinah dinyatakan menghilang setelah aksi pemogokan.
- 9 Mei 1993: Jasad Marsinah ditemukan dengan luka-luka bekas penganiayaan berat.
- 10 November 2025: Presiden Prabowo Subianto menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Tampak hadir Menko Polkam Djamari Chaniago, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menaker Yassierli, hingga Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.
Selain jajaran menteri, pengamanan dan koordinasi wilayah dipantau langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Seskab Teddy Indra Wijaya juga menegaskan pentingnya agenda ini dalam kalender kerja kepresidenan.
Museum Marsinah di Nganjuk kini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan memori kelam masa lalu, tetapi diproyeksikan menjadi simbol edukasi bagi perlindungan hak-hak pekerja di masa depan. (Ant/H-4)
