Budaya K3 Jadi Fokus Industri karena Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Sarihusada menerima penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Award 2026.(Sarihusada)

Budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kini semakin menjadi perhatian utama di sektor industri manufaktur. Tidak lagi sekadar memenuhi kewajiban regulasi, penerapan budaya keselamatan mulai dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis, produktivitas, sekaligus kesejahteraan karyawan. Tren tersebut terlihat dari semakin banyak perusahaan yang memperkuat sistem keselamatan kerja melalui pendekatan berbasis budaya, perilaku kerja, hingga pemanfaatan teknologi dan otomasi di area operasional.

Salah satu komitmen terhadap penguatan budaya keselamatan kerja ditunjukkan PT Sarihusada Generasi Mahardika yang meraih Penghargaan Keselamatan Kerja Level Platinum dalam ajang WSO Indonesia Safety Culture Award 2026 dari World Safety Organization Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan praktik keselamatan dan kesehatan kerja berstandar global di seluruh aktivitas operasional.

Penyerahan penghargaan dilakukan Chairman World Safety Organization Indonesia, Soehatman Ramli, kepada Factory Director Sarihusada East Factory, Lastiani Amy Rosalina, di Hotel Bidakara.

Penilaian dalam WISCA 2026 dilakukan melalui pengukuran tingkat budaya keselamatan, verifikasi dokumen, serta Focus Group Discussion (FGD) secara independen dan profesional. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Sarihusada dinilai memenuhi seluruh indikator dan kriteria yang ditetapkan.

Perolehan penghargaan level Platinum disebut mencerminkan bagaimana keselamatan kerja telah menjadi bagian dari budaya perusahaan dan diterapkan dalam pengambilan keputusan maupun aktivitas operasional sehari-hari.

Lastiani Amy Rosalina mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini organisasi.

“Di Sarihusada, keselamatan bukan hanya soal kepatuhan terhadap prosedur, tetapi telah menjadi bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dan sehat menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus kesejahteraan karyawan. Ia menambahkan budaya keselamatan yang kuat hanya dapat dibangun melalui keterlibatan seluruh pihak, mulai dari manajemen hingga pekerja di lapangan.

Teknologi dan Otomasi Mulai Diperkuat

Untuk mendukung keamanan operasional di area pabrik, Sarihusada menjalankan berbagai inisiatif keselamatan yang berfokus pada penguatan budaya dan perilaku kerja. Program tersebut antara lain Safety Trigger yang terintegrasi dengan Integrated Work System (IWS), Job Cycle Check (JCC), serta Leader Coaching on The Floor (LCOTF).

Selain itu, perusahaan juga memperkuat implementasi standar keselamatan operasional melalui berbagai asesmen seperti Hazard Area Classification (HAC), Machine Assessment Safety (MAS), dan Powered Industrial Vehicle Assessment (PIV). Berbagai inisiatif berbasis otomasi juga terus dikembangkan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan aman dan sesuai regulasi keselamatan kerja di Indonesia.

WSO Indonesia menyebut budaya keselamatan kerja yang kuat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan world class safety performance di sektor industri.

Melalui penyelenggaraan WISCA, organisasi tersebut juga mendorong perusahaan penerima penghargaan menjadi role model dalam memperkuat implementasi budaya keselamatan kerja di Indonesia.

Ajang WISCA 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional 2026 dengan tema World Day for Safety and Health at Work. Tahun ini penghargaan diikuti berbagai perusahaan lintas industri yang dinilai berhasil menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten.

Melalui penghargaan tersebut, Sarihusada menyatakan akan terus memperkuat implementasi budaya K3 melalui peningkatan kapasitas karyawan, penerapan sistem kerja yang aman, serta penguatan budaya saling peduli di lingkungan kerja. (E-3) (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *