Pemkot Depok Petakan 11 Lokasi Rawan Banjir Guna Percepatan Mitigasi Bencana
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat,  melakukan pemetaan wilayah rawan banjir dan genangan untuk mengantisipasi potensi bencana saat musim hujan. 

Pemetaan ini, sebagai mitigasi awal guna mengamankan warga, menyiagakan personel, serta memperbaiki infrastruktur drainase maupun tanggul di lokasi-lokasi terdampak.

Lokasi yang masuk dalam pemetaan krusial  berada di 11 titik, yakni

  1. Jalan Mandor Tajir RT 004 RW 18 Pondok Petir, Bojongsari.
  2. Anak Kali Angke 5 Sawangan.
  3. Jalan H. Sulaeman RT 005 RW 05 Bedahan,
  4. Area Saluran Lingkungan Pancoran Mas,
  5. Jalan Raya Keadilan Rawa Denok RT 002 RW 02 Rangkapan Jaya Baru, Limo
  6. Jalan Pendowo Grogol Pangkalan Jati.
  7. Jalan H.Terin, Depan Diklat Kemenkumham, Beji,
  8. Jalan R.Sanim, Tanah Baru,
  9. Kali Cabang Tengah RT 005 RW 04, Pondok Jaya,
  10. Saluran tersier Cilodong,
  11. RW 30 Kelurahan Sukamaju.

Kepala bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Rizwan Nurahim mengatakan ada  11 lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi rawan genangan  menjadi prioritas penanganan. 

Pemetaan titik rawan ini umumnya berfokus pada area bantaran kali. “Permasalahan banjir ini kompleks. Selain faktor cuaca, penyebab utama genangan di dominasi oleh sedimentasi dan tumpukan sampah yang memicu penyempitan saluran air,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, banjir akibat sumbatan sampah terjadi ketika tumpukan limbah menyumbat saluran air, gorong-gorong, atau aliran sungai. 

“Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir secara normal dan akhirnya meluap ke permukiman, sampah rumah tangga dan plastik yang dibuang sembarangan menumpuk dan menyempitkan atau menutup total saluran air,” ujarnya.

Dari hasil pantauan, Rizwan mengatakan  banjir terjadi karena air yang tertahan akibat sumbatan  meluap naik ke daratan, menyebabkan genangan hingga banjir bandang.

Untuk mencegah masalah ini, Rizwan mendorong  masyarakat untuk mengelola sampah secara bijak dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). 

Rizwan mengatakan, 11 lokasi yang ditetapkan sebagai prioritas, semuanya ditangani melalui normalisasi saluran air yang tersumbat.

Dengan pemetaan wilayah rawan banjir ini, sambung dia diharapkan dapat untuk meminimalkan risiko, dan dampak bencana karena berfungsi sebagai dasar mitigasi non-struktural.

Ia menjelaskan,  untuk menangani lokasi rawan banjir, Dinas PUPR  mengerahkan berbagai sumber daya teknis dan tanggap darurat melalui  pengerahan ratusan personel teknis, pompa air mobile, portable, material penanganan darurat (seperti bronjong dan kisdam), serta puluhan alat berat seperti ekskavator, dump truck, dan truk crane.

Rizwan mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam mitigasi mandiri dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing (H-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *