Krisis Bahan Bakar Avtur: Deretan Maskapai Global Otak-atik Taktik
Ilustrasi.(Magnific)

INDUSTRI penerbangan global kini berada dalam tekanan hebat akibat krisis bahan bakar jet (avtur) yang dipicu oleh perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz. Para penumpang kini menghadapi dampak ganda: lonjakan pembatalan penerbangan dan biaya perjalanan yang semakin mahal.

Selat Hormuz, yang diblokade oleh Iran sejak Februari, merupakan jalur vital yang menangani sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan pada jalur ini menyebabkan harga avtur melambung tinggi, memaksa maskapai di seluruh dunia untuk merombak jadwal dan memperkenalkan biaya tambahan guna menjaga kelangsungan bisnis.

Maskapai yang Tumbang dan Pengurangan Rute

Krisis itu memakan korban besar. Spirit Airlines dinyatakan kolaps pada Sabtu, 2 Mei 2026, setelah gagal mendapatkan dana talangan sebesar US$500 juta dari pemerintah AS. Maskapai berbiaya rendah ini tidak mampu bertahan menghadapi lonjakan biaya operasional di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Di Inggris, Ascend Airways juga menghentikan seluruh operasinya dan mengembalikan sertifikat operator udara (AOC) mereka karena biaya bahan bakar yang tidak terkendali. Sementara itu, Lufthansa menutup anak perusahaannya, CityLine, dan menghapus 20.000 penerbangan jarak pendek dari jadwal musim panas mereka.

Data Pembatalan: Firma analitik penerbangan Cirium melaporkan 296 keberangkatan dari bandara Inggris dibatalkan pada Mei, melonjak tajam dari 120 pembatalan hanya dalam waktu enam hari sebelumnya.

Lonjakan Tarif dan Biaya Bagasi

Untuk menutupi kerugian, banyak maskapai mulai membebankan biaya tambahan kepada penumpang. Berikut beberapa penyesuaian tarif yang dilakukan maskapai besar:

  • Air France-KLM: Menaikkan harga tiket jarak jauh sebesar €50 (sekitar Rp870.000) per perjalanan pulang-pergi.
  • Emirates: Menambahkan biaya tambahan ekonomi sebesar US$226 untuk perjalanan ke Eropa.
  • Alaska & American Airlines: Menaikkan biaya bagasi terdaftar hingga US$50 untuk tas pertama di rute tertentu.
  • Aegean Airlines: Menaikkan harga tiket sebesar 7% hingga 8% untuk pemesanan baru.

Strategi Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Beberapa maskapai seperti British Airways (IAG) memperingatkan bahwa laba mereka akan terpukul karena pengeluaran bahan bakar diperkirakan membengkak hingga €2 miliar lebih banyak dari rencana awal tahun ini. Di sisi lain, Jet2 mengambil langkah berbeda dengan menjamin pelanggan bahwa mereka tidak akan mengenakan biaya tambahan pada pemesanan yang sudah ada.

Krisis ini diperkirakan akan terus berlanjut selama koridor udara di atas Irak dan Iran tetap ditutup. Penumpang disarankan untuk memantau status penerbangan secara berkala, karena maskapai cenderung membatalkan jadwal dengan pemberitahuan minimal dua minggu guna menghindari kewajiban kompensasi. (Metro/I-2)








Maskapai Tindakan Utama
Spirit Airlines Berhenti beroperasi sepenuhnya (Bangkrut).
Lufthansa Menutup CityLine, pangkas 20.000 penerbangan.
Cathay Pacific Naikkan biaya tambahan bahan bakar sebesar 34%.
IndiGo Biaya tambahan bahan bakar hingga 10.000 Rupee.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *