Jemaah Haji Asal Medan Wafat di Tanah Suci, PPIH Pastikan Badal Haji
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (12/5/2026). Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji jumlah jamaah calon haji Indonesia yang tel(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/kye)

SEORANG jemaah haji wafat di tengah pelaksanaan ibadah haji 2026. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengonfirmasi satu jemaah haji asal Kota Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia di Tanah Suci.

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menyampaikan bahwa jemaah yang berpulang atas nama Kasiani Sigit Tarmidi, 69,. Almarhumah merupakan jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 08 Embarkasi Medan (KNO 08).

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah calon haji KNO Kloter 08 atas nama Ibu Kasiani,” ujar Zulkifli di Medan, Kamis (14/5).

Penyebab Wafat dan Kronologi

Berdasarkan laporan medis, Kasiani wafat pada Ahad (10/5) akibat mengalami sesak napas yang memicu serangan jantung. Almarhumah yang berasal dari KBIHU Hijr Ismail ini tercatat memegang nomor paspor X4807380.

Kasiani merupakan bagian dari 359 jemaah haji asal Medan Kloter 08 yang bertolak dari Bandara Internasional Kualanamu pada 30 April 2026 lalu. Kloter ini terdiri dari gabungan jemaah asal Serdang Bedagai, Medan, Asahan, dan Tapanuli Selatan.

Prosedur Pemakaman dan Hak Jemaah

Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Suci Ramadhani, menegaskan bahwa seluruh proses penanganan jenazah akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Pemerintah menjamin almarhumah mendapatkan penghormatan dan pelayanan terbaik.

“Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumut memastikan almarhum mendapatkan penanganan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi,” jelas Suci.

Selain Badal Haji, jemaah haji yang wafat di Tanah Suci juga biasanya akan mendapatkan klaim asuransi jiwa yang akan diserahkan kepada ahli waris melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Hingga saat ini, PPIH terus memantau kondisi kesehatan jemaah lainnya, terutama kelompok lansia, mengingat risiko kesehatan yang cukup tinggi selama menjalankan rangkaian ibadah di tengah cuaca ekstrem. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *