Harga Emas Turun, Ibu-Ibu di Batam Ramai Pantau Pergerakan Harga di Toko Emas
Harga emas di Batam turun, ibu-ibu ramai memantau pergerakan harga di toko emas, memperhatikan perhiasan dan emas batangan sebelum memutuskan untuk membeli.(MI/Hendri Kremer)

HARGA emas mengalami penurunan pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya terus bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir. Koreksi harga tersebut langsung menarik perhatian masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga di Batam, Kepulauan Riau, yang ramai mendatangi toko emas untuk memantau perkembangan harga.

Di sejumlah pusat penjualan emas di kawasan Nagoya, Jodoh, Tanjung Pantun, hingga Banda Baru, aktivitas pengunjung terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Sebagian besar warga yang datang didominasi ibu-ibu yang ingin melihat harga terbaru emas perhiasan maupun emas batangan.

Harga emas 24 karat di Batam saat ini berada pada kisaran Rp2,78 juta hingga Rp2,90 juta per gram, tergantung jenis dan merek emas yang dijual. Penurunan tersebut mengikuti koreksi harga emas nasional yang turun sekitar Rp20 ribu per gram dibanding hari sebelumnya.

Meski harga turun, sebagian besar warga belum langsung melakukan pembelian dalam jumlah besar. Banyak pengunjung memilih melihat perkembangan harga terlebih dahulu sambil membandingkan harga antar toko emas.

Salah seorang pedagang emas di kawasan Tanjung Pantun, Sholihin, 45, mengatakan sejak harga emas mulai turun, jumlah pengunjung yang datang ke toko mengalami peningkatan. Namun kebanyakan pembeli masih memilih memantau kondisi pasar.

“Yang datang ramai, terutama ibu-ibu. Mereka tanya harga, lihat model perhiasan, tapi belum tentu langsung beli,” katanya saat ditemui, Rabu (13/5).

Menurut dia, masyarakat masih berharap harga emas dapat kembali turun dalam beberapa hari mendatang sehingga mereka bisa membeli dengan harga lebih murah.

“Banyak yang bilang masih tunggu dulu. Takutnya besok turun lagi, jadi mereka pantau perkembangan harga setiap hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fluktuasi harga emas dalam beberapa bulan terakhir membuat masyarakat semakin aktif mengikuti perkembangan pasar. Bahkan tidak sedikit pelanggan yang rutin datang hanya untuk mengecek perubahan harga tanpa langsung bertransaksi.

“Sekarang orang sudah sering cek harga sebelum beli. Kalau turun sedikit saja langsung ramai yang datang melihat,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan pedagang emas lainnya di kawasan Banda Baru, Iqbal, 33. Menurutnya, penurunan harga emas saat ini dipengaruhi kondisi pasar internasional, termasuk pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan situasi ekonomi global.

“Harga emas memang mengikuti pasar global. Kalau harga dunia turun, di daerah juga ikut menyesuaikan,” jelasnya.

Dia mengatakan emas masih menjadi pilihan utama masyarakat Batam untuk investasi dan tabungan jangka panjang. Selain mudah dijual kembali, emas dinilai lebih aman dibanding bentuk investasi lain yang memiliki risiko tinggi.

Menurutnya, ibu rumah tangga menjadi salah satu kelompok pembeli yang cukup aktif di pasar emas Batam. Banyak di antara mereka membeli emas sedikit demi sedikit sebagai bentuk simpanan keluarga.

“Biasanya ibu-ibu beli perhiasan atau emas kecil untuk tabungan. Jadi walaupun harga naik turun, tetap ada yang beli,” katanya.

Sejumlah warga yang ditemui di toko emas mengaku sengaja datang untuk memantau harga sebelum membeli. Salah seorang warga Batam, Nurhayati, 48, mengatakan dirinya belum berani membeli emas dalam jumlah besar karena khawatir harga masih akan turun.

“Kalau turun lagi kan sayang kalau beli sekarang. Jadi saya lihat-lihat dulu sambil pantau harga,” ujarnya.

Warga lainnya, Aminah, 34, mengaku tetap tertarik membeli emas setelah suaminya kena PHK di sebuah perguruan tinggi swasta di Batam, karena dianggap sebagai tabungan yang aman untuk kebutuhan masa depan.

“Kalau uang disimpan biasa kadang habis dipakai. Kalau emas kan bisa disimpan lama,” katanya.

Pengamat pasar Jontro Simanjuntak dari Institut dan Bisnis Indobaru menilai harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Faktor ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral dunia, hingga kondisi geopolitik internasional diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga emas.

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan harga sebelum melakukan transaksi pembelian maupun penjualan emas agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih optimal. (HK/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *