Drummer Whispers Tinggalkan Band Sementara untuk Menjadi Biksu
Drummer band hardcore Thailand Whispers, Piyawutt atau Es, memutuskan vakum sementara dari musik untuk menjalani kehidupan sebagai biksu Buddhis.(Instagram)

BAND hardcore asal Thailand, Whispers, menjadi sorotan media sosial bukan karena rilisan baru atau tur dunia, melainkan keputusan drummer mereka, S. Salah satu personel mereka, Piyawutt atau “Es”, memilih meninggalkan aktivitas band sementara untuk menjalani kehidupan sebagai biksu Buddhis.

Kabar tersebut pertama kali ramai setelah diumumkan melalui media sosial resmi Whispers dan ramai dibicarakan oleh berbagai komunitas hardcore. Langkah itu langsung memicu reaksi dari penggemar musik keras di berbagai negara karena dianggap tidak biasa bagi musisi yang sedang berada dalam fase aktif secara global.

Whispers Bukan Band Hardcore Biasa

Whispers dikenal sebagai salah satu band metallic hardcore paling menonjol dari Thailand. Band asal Bangkok itu mulai aktif sejak 2014 dan perlahan mendapat perhatian di skena hardcore internasional lewat gaya musik agresif yang mereka sebut sebagai “Bangkok Evilcore”.

Popularitas mereka tidak hanya berkembang di Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, Whispers mulai tampil di berbagai panggung internasional, termasuk tur ke Eropa dan Amerika Serikat. Mereka juga sempat tampil dalam program Audiotree Live di Chicago, sebuah platform yang cukup dikenal di komunitas musik alternatif dunia.

Keputusan Spiritual, Bukan Konflik Internal

Keputusan Es untuk menjadi biksu sementara bukan berkaitan dengan konflik internal band. Dalam budaya Thailand yang mayoritas menganut Buddhisme Theravada, menjadi biksu untuk sementara waktu merupakan tradisi yang umum dilakukan laki-laki dewasa.

Praktik tersebut biasanya dilakukan sebagai bentuk pendalaman spiritual, penghormatan terhadap keluarga, atau fase refleksi hidup. Durasi kehidupan monastik pun beragam, mulai dari hitungan minggu hingga beberapa bulan.

Karena itu, banyak penggemar melihat keputusan Es bukan sebagai “keluar dari band”, melainkan bagian dari perjalanan pribadi yang cukup lazim di Thailand.

Respons Komunitas Hardcore Internasional

Banyak penggemar menyebut langkah Es sebagai sesuatu yang “hardcore” dalam arti sebenarnya karena meninggalkan aktivitas musik untuk fokus menjalani kehidupan spiritual.

Di tengah perhatian internasional itu, posisi drummer Whispers untuk sementara diisi oleh Pex dari band hardcore Thailand lain, For Decision, agar aktivitas band tetap berjalan.

Meski ditinggal sementara oleh sang drummer, Whispers diperkirakan tetap melanjutkan agenda musik mereka sambil menunggu keputusan Es setelah menyelesaikan masa kehidupan monastiknya.  (Instagram @whispershc/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *