Viral Video Diduga Tim Ahli Gubernur Kalsel Konsumsi Sabu, Polisi Lakukan Penyelidikan
Ilustrasi.(Magnific)

MASYARAKAT Kalimantan Selatan (Kalsel) dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 40 detik di media sosial yang menampilkan dua orang diduga sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu. Salah satu pemeran dalam video tersebut diduga merupakan anggota Tim Ahli Gubernur (TAG) sekaligus orang kepercayaan Wakil Gubernur Kalsel.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifudin, menyatakan pihaknya akan mengambil langkah serius jika dugaan tersebut terbukti benar. Meski enggan berkomentar panjang, ia menegaskan bahwa sanksi administratif dan evaluasi akan dilakukan.

“Tentu akan kita evaluasi,” ujar Syarifudin singkat saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Senin (11/5).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah bergerak untuk menindaklanjuti rekaman yang meresahkan masyarakat tersebut. Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel saat ini tengah melakukan langkah penyelidikan.

“Saya sudah konfirmasi, Direktorat Narkoba Polda Kalsel akan melakukan pendalaman terkait video viral tersebut,” tutur Adam kepada awak media.

Munculnya video ini menjadi ironi di tengah gencarnya upaya pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum (APH) di Kalsel dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Sebagaimana diketahui, wilayah Kalsel saat ini menjadi salah satu daerah target peredaran narkoba yang melibatkan jaringan nasional maupun internasional.

Sorotan terhadap Urgensi Tim Ahli Gubernur

Kasus ini juga memicu kembali kritik publik terhadap keberadaan Tim Ahli Gubernur (TAG). Belakangan, struktur TAG dinilai terlalu gemuk dan diisi oleh individu yang dianggap kurang kompeten, sehingga dinilai kontradiktif dengan semangat efisiensi anggaran nasional.

Ketua Gerakan Muda Peduli Daerah (GMPD) Kalsel, Rachmadi Engot, mendesak Pemprov Kalsel untuk lebih transparan mengenai urgensi dan fungsi nyata dari penambahan staf khusus atau tim ahli tersebut.

“Sangat disayangkan jika uang pajak rakyat digunakan hanya untuk mengakomodasi kepentingan tertentu. Di saat pemerintah harus berhemat, penambahan staf ini justru terkesan menghamburkan anggaran,” tegas Rachmadi.

Hingga berita ini diturunkan, identitas pasti oknum dalam video tersebut masih dalam tahap validasi oleh pihak berwenang. Publik menanti langkah konkret dari Pemprov Kalsel untuk menjaga integritas institusi pemerintahan dari pengaruh penyalahgunaan narkotika. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *