
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Infrastruktur berbasis satelit ini dibangun untuk memperkuat pemerataan konektivitas digital di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis tinggi.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Jumat (8/5), didampingi Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini serta Pelaksana Tugas Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi.
Rizal mengatakan Community Gateway Wamena menjadi titik distribusi utama konektivitas di Papua Pegunungan melalui pemanfaatan teknologi satelit. Menurut dia, teknologi tersebut mampu menjangkau wilayah yang sulit dilayani jaringan terestrial.
“Teknologi satelit memiliki keunggulan dalam menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti pegunungan Papua, yang tidak seluruhnya dapat dijangkau jaringan terestrial,” ujar Rizal dalam sebuah keterangan, Senin (11/5).
Ia menambahkan, kehadiran infrastruktur ini memungkinkan layanan konektivitas hadir lebih cepat, luas, dan adaptif untuk mendukung komunikasi masyarakat, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi digital.
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengatakan Wamena memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. Namun, wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses jaringan.
“Konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital,” kata Dian.
Community Gateway Wamena merupakan fasilitas kedua yang dibangun Telkomsat di Papua setelah Merauke. Jika fasilitas di Merauke berfungsi sebagai jalur cadangan saat jaringan terestrial terganggu, Wamena diposisikan sebagai jalur utama konektivitas di Papua Pegunungan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menilai pembangunan Community Gateway menjadi bagian dari prioritas nasional dalam memperluas infrastruktur digital hingga wilayah timur Indonesia.
“Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Community Gateway Wamena mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis dan menyiapkan wilayah untuk tumbuh dalam ekonomi digital nasional,” ujarnya.
Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan utilisasi tinggi. Melalui fasilitas baru tersebut, kapasitas konektivitas ditargetkan meningkat bertahap hingga 40 Gbps dengan kualitas jaringan yang lebih stabil dan latensi lebih rendah.
Community Gateway Wamena juga dirancang sebagai platform open access sehingga dapat dimanfaatkan operator telekomunikasi, penyedia layanan internet lokal, maupun institusi lainnya untuk memperkuat ekosistem digital di Papua Pegunungan. (E-3)
