Pertamina Pastikan Pasokan Solar Bersubsidi untuk Nelayan di Cilacap Aman
SPBU Nelayan(Doc Pertamina)

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman. Jaminan tersebut juga mencakup kebutuhan solar subsidi bagi nelayan kecil di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Nelayan kecil yang dimaksud merupakan nelayan dengan kapasitas kapal di bawah 30 gross ton (GT), yang dibuktikan melalui dokumen PAS nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat. Selama ini, kebutuhan BBM nelayan disebut tetap terpenuhi melalui SPBU Nelayan maupun SPBU reguler.

Pertamina mencatat stok solar subsidi di wilayah Regional Jawa Bagian Tengah saat ini mencapai 14,4 kali lipat dari konsumsi normal harian. Sementara di wilayah Cilacap, stok solar subsidi di SPBU berada di level dua kali lipat konsumsi harian normal dan terus dijaga melalui distribusi berkala.

Penyaluran solar subsidi untuk nelayan di Cilacap dilayani melalui sejumlah SPBU Nelayan, yakni SPBU Nelayan 48.532.01 Sentolokawat, SPBUN 48.532.02 dan 48.532.03 di Kelurahan Tegalkamulyan, serta SPBUN 48.532.04 KUD Minu Suroyo.

Adapun nelayan pesisir yang berada jauh dari SPBU Nelayan tetap dapat membeli solar subsidi di SPBU reguler dengan melampirkan surat rekomendasi resmi dari DKP setempat sebagai bentuk verifikasi profesi nelayan.

Area Manager Communication, Relation, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan mekanisme penyaluran BBM subsidi bagi nelayan telah diatur pemerintah agar tepat sasaran.

“Nelayan dengan kapal di bawah 30 GT berhak memperoleh BBM subsidi melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah, baik melalui pengisian di SPBU Nelayan menggunakan QR Code Subsidi Tepat maupun melalui SPBU reguler dengan melampirkan surat rekomendasi resmi dari DKP setempat,” ujarnya pada Senin (11/5).

Ia menjelaskan, nelayan dengan kapal di atas 30 GT diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi karena aktivitas penangkapan ikan sudah masuk kategori skala industri.

Menurut Taufiq, Pertamina terus berupaya menjaga keandalan pasokan dan kelancaran distribusi energi agar kebutuhan masyarakat, termasuk sektor perikanan, tetap terpenuhi.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina juga membuka ruang komunikasi dengan nelayan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi secara konstruktif apabila muncul kendala di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena stok BBM dipastikan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. Pertamina bakal menjaga pasokan energi guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya sektor perikanan,” pungkasnya. (LD)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *