Kerusuhan Stadion Lukas Enembe Masih Diselidiki, Polisi Fokus Ungkap Pemicu dan Dampak Kericuhan
Polisi mengevakuasi wasit akibat terjadi kericuhan seusai pertandingan babak play-off Pegadaian Championship 2025-2026 atau Liga 2 antara Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).(Antara)

POLDA Papua mendalami insiden kerusuhan di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, setelah pertandingan antara Persipura dan Adhyaksa FC, Jumat (8/5). Aparat kini memprioritaskan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kericuhan sekaligus mendata kerugian yang timbul.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan, tim Inafis Polda Papua bersama Reskrim Polres Jayapura masih melakukan identifikasi terhadap berbagai kerusakan pascainsiden tersebut.

“Untuk memastikan penyebab kerusuhan hingga kini masih didalami namun penyebab awal diduga akibat kekecewaan setelah tim kebanggaan masyarakat di Tanah Papua Persipura kalah 0-1 dari Adyaksa FC,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito di Jayapura, Sabtu (9/5).

Hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 64 kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kerusakan, dibakar, hingga dilaporkan hilang akibat aksi massa yang terjadi setelah pertandingan usai.

Tidak hanya menimbulkan kerusakan material, kericuhan tersebut juga menyebabkan sejumlah korban luka. Sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami cedera, termasuk 10 personel Polri yang saat itu menjalankan tugas pengamanan di area stadion.

“Satu anggota Polri seorang anggota yakni Ipda Arjuna yang bertugas di Polres Jayapura saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara akibat luka yang dialaminya,” kata Kombes Cahyo.

Polda Papua menegaskan proses pendataan dan investigasi masih terus berlangsung untuk mengetahui total kerugian serta memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan.

“Pendataan masih berlanjut untuk memastikan berapa besar kerugian akibat kerusakan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat keamanan dan pemerintah daerah mengingat Stadion Lukas Enembe selama ini merupakan salah satu pusat kegiatan olahraga terbesar di Papua. Evaluasi sistem pengamanan pertandingan dan pengendalian massa diperkirakan akan menjadi fokus lanjutan guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *