
Ratusan pekerja PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Utara. Massa menuntut pemerintah segera menghadirkan kepastian hukum terkait penyelesaian klaim lahan yang kini tengah berkembang di wilayah perkebunan tersebut.
Aksi yang berlangsung pada Kamis (7/5) pagi tersebut berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Massa memadati halaman kantor bupati sembari membentangkan spanduk dan poster yang mendesak percepatan penyelesaian sengketa agar tidak berlarut-larut.
Para pekerja mengungkapkan kekhawatiran mendalam bahwa persoalan lahan yang tidak kunjung usai akan mengganggu stabilitas pekerjaan serta kehidupan sosial masyarakat. Mengingat, sebagian besar warga di kawasan tersebut telah menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkebunan selama puluhan tahun.
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Selama ini masyarakat sangat terbantu secara ekonomi dari keberadaan perusahaan. Kalau persoalan ini terus berlarut, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Rusli Cut Ali dalam keterangan resmi yang dirilis Holding Perkebunan Nusantara, Jumat (8/5).
Senada dengan Rusli, Muhammad Yusuf, salah satu peserta aksi, berharap penyelesaian sengketa dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, kejelasan status hukum sangat penting untuk menghindari keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Massa meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bertindak sebagai jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait demi solusi yang adil dan transparan.
Ketidakpastian situasi di lapangan mulai berdampak pada kondisi psikologis para pekerja. Fandi Afrian Rinaldi, salah seorang pekerja, menyebutkan bahwa situasi yang belum menentu menciptakan suasana tidak tenang di lingkungan kerja sehari-hari.
“Kami hanya pekerja biasa yang hidup dari kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ungkap Fandi.
Stabilitas di lingkungan perkebunan dinilai krusial karena menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga di kawasan Cot Girek dan sekitarnya. Pekerja lain, Marzuki, menambahkan bahwa masyarakat pekerja adalah pihak yang paling terdampak jika ketegangan terus berlanjut.
Aksi damai tersebut ditutup dengan doa bersama dan pernyataan sikap yang mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog. Persoalan klaim lahan di wilayah perkebunan Aceh memang kembali mencuat belakangan ini, bahkan beberapa kasus serupa telah menjadi perhatian dalam rapat dengar pendapat di tingkat pusat. (E-3)
