
PUKUL dua pagi, seorang ibu dengan telaten menuangkan tetes demi tetes ASI ke dalam kantong plastik kecil. Setiap tetesnya sangat berharga, dilabeli dengan hati-hati, lalu disimpan di dalam pembeku. Namun, muncul sebuah pertanyaan yang mengkhawatirkan, mungkinkah wadah yang bertujuan menjaga nutrisi tersebut justru mengontaminasi ASI dengan partikel plastik mikroskopis?
Penggunaan kantong plastik penyimpanan ASI memang sangat praktis dan umum. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa kantong-kantong ini berisiko melepaskan mikroplastik ke dalam ASI yang dikonsumsi bayi.
Mikroplastik: Tak Kasat Mata, Namun Ada di Mana-mana
Mikroplastik adalah partikel plastik sangat kecil hasil dari degradasi benda plastik yang lebih besar. Partikel ini telah ditemukan di berbagai organ tubuh manusia, mulai dari paru-paru hingga jantung. Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine menemukan mikroplastik pada sekitar 39% dari 59 sampel ASI yang diuji.
Pediatri bersertifikat dan pendiri Ahimsa, Dr. Manasa Mantravadi, menjelaskan ada dua masalah utama: partikel fisik mikroplastik itu sendiri dan bahan kimia pendukungnya seperti phthalates serta Bisphenol A (BPA).
“Keduanya tidak baik karena ini adalah zat sintetis yang tidak seharusnya bersirkulasi dalam tubuh manusia,” tegas Dr. Mantravadi. Ia juga memperingatkan bahwa label “BPA-free” belum menjamin keamanan total, karena bahan kimia penggantinya pun berpotensi toksik.
Efek Panas Meningkatkan Risiko
Penelitian tahun 2025 dalam jurnal Food Control menemukan bahwa botol bayi dan kantong ASI plastik melepaskan mikroplastik ke dalam susu. Fakta yang lebih mengejutkan adalah paparan panas dapat meningkatkan pelepasan mikroplastik hingga dua kali lipat.
Meski dampak kesehatan jangka panjang pada bayi masih terus diteliti, American Academy of Pediatrics (AAP) memperingatkan adanya risiko gangguan endokrin, obesitas, dan pengaruh negatif pada perkembangan saraf.
Langkah Sederhana Mengurangi Paparan
Menghilangkan plastik sepenuhnya dari kehidupan sehari-hari memang hampir mustahil. Namun, Dr. Mantravadi memberikan beberapa tips praktis untuk meminimalkan risiko bagi bayi:
- Jangan Memanaskan ASI dalam Plastik: Suhu tinggi mempercepat pelepasan mikroplastik. Cairkan ASI di kulkas, lalu pindahkan ke wadah kaca atau baja tahan karat (stainless steel) sebelum dihangatkan.
- Hindari Goncangan Berlebih: Gesekan antara susu dan plastik dapat melepaskan lebih banyak partikel. Cukup goyangkan perlahan, jangan dikocok dengan keras.
- Cuci Wadah dengan Tangan: Suhu tinggi dari mesin pencuci piring dapat merusak plastik. Gunakan air hangat dan sabun secara manual untuk mencuci peralatan pompa dan botol.
- Beralih ke Wadah Non-Plastik: Jika memungkinkan, gunakan wadah kaca atau baja tahan karat untuk penyimpanan jangka panjang.
Nutrisi Tetap yang Terpenting
Meski kekhawatiran akan mikroplastik meningkat, para ahli sepakat bahwa memberikan ASI atau susu formula tetap menjadi prioritas utama bagi pertumbuhan bayi. Mikroplastik juga ditemukan dalam susu formula, yang menunjukkan bahwa paparan ini sulit dihindari sepenuhnya.
Amy Spangler, konsultan laktasi internasional, menekankan bahwa manfaat menyusui masih jauh lebih besar daripada risikonya. Senada dengan hal tersebut, Dr. Mantravadi menutup dengan pesan yang menenangkan bagi para orangtua:
“Bagian terpenting adalah Anda melakukan yang terbaik untuk bayi Anda saat ini, dengan pengetahuan yang Anda miliki.” (Parents/Z-2)
