
Tim bulu tangkis putra Tiongkok kembali menegaskan dominasinya di panggung dunia dengan sukses mempertahankan gelar juara Piala Thomas 2026. Dalam laga final yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Minggu (3/5) atau Senin WIB, China menundukkan tim kejutan Prancis dengan skor meyakinkan 3-1.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Meski di atas kertas China lebih unggul, Prancis yang tampil sebagai “kuda hitam” sepanjang turnamen memberikan perlawanan sengit yang memaksa para pemain Negeri Tirai Bambu bekerja ekstra keras.
Shi Yu Qi Buka Keunggulan Lewat Duel Sengit
Partai pembuka langsung menyajikan duel kelas atas antara tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, melawan Christo Popov. Shi dipaksa bermain hingga rubber game sebelum akhirnya mengamankan kemenangan 21-16, 16-21, 21-17 dalam durasi hampir satu setengah jam.
Meski sempat kehilangan gim kedua akibat permainan net agresif dari Popov, Shi menunjukkan ketenangan luar biasa pada poin-poin krusial di gim penentuan untuk membawa China unggul 1-0.
Kejutan Alex Lanier dan Balasan Prancis
Prancis sempat menghidupkan asa pada partai kedua. Alex Lanier tampil impresif dengan menumbangkan Li Shi Feng dua gim langsung, 21-13 dan 21-10. Kemenangan ini menjadi catatan sejarah pribadi bagi Lanier yang untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan Li, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Weng Hong Yang Menangi Duel Maraton
Momentum Prancis gagal berlanjut di partai ketiga. Weng Hong Yang memastikan China kembali memimpin setelah mengalahkan Toma Junior Popov dalam duel maraton selama 96 menit. Pertandingan berakhir dengan skor ketat 22-20, 20-22, dan 21-19.
Toma sempat memberikan tekanan hebat saat menyamakan kedudukan 18-18 di gim ketiga, namun Weng mampu meredam tekanan tersebut dan mengunci kemenangan di fase akhir pertandingan.
Gelar Ke-12 dan Rekor Dunia
Kepastian gelar juara China ditentukan oleh pasangan ganda putra He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Mereka tampil solid untuk menaklukkan pasangan Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi, dengan skor 21-13 dan 21-16.
Dengan hasil ini, China kini telah mengoleksi 12 gelar Piala Thomas. Pencapaian ini memperkecil jarak dengan Indonesia yang masih memegang rekor koleksi trofi terbanyak dengan 14 gelar.
| Partai | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| MS1 | Shi Yu Qi vs Christo Popov | 21-16, 16-21, 21-17 |
| MS2 | Li Shi Feng vs Alex Lanier | 13-21, 10-21 |
| MS3 | Weng Hong Yang vs Toma Junior Popov | 22-20, 20-22, 21-19 |
| MD1 | He Ji Ting/Ren Xiang Yu vs Eloi Adam/Leo Rossi | 21-13, 21-16 |
Bagi China, keberhasilan ini menjadi pelipur lara setelah tim putri mereka gagal di final Piala Uber 2026 usai dikalahkan Korea Selatan. Sementara bagi Prancis, meski gagal meraih gelar Thomas Cup perdana, pencapaian ini menjadi sinyal kuat kebangkitan kekuatan baru bulu tangkis Eropa di kancah dunia. (Ant/E-3)
