
PETENIS Amerika Serikat (AS), Ben Shelton, berhasil mengukuhkan dominasinya di lapangan tanah liat setelah menjuarai turnamen BMW Terbuka di Muenchen, Minggu (19/4). Unggulan kedua tersebut sukses menundukkan wakil Italia, Flavio Cobolli, dalam pertandingan dua set langsung 6-2 dan 7-5.
Kemenangan ini menjadi momen penebusan bagi Shelton. Pasalnya, 12 bulan lalu di tempat yang sama, ia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Alexander Zverev di partai final.
Kini, petenis berusia 23 tahun itu tidak membiarkan sejarah pahit terulang dan justru mencatatkan kemenangan pertamanya atas petenis peringkat Top 20 dunia di permukaan tanah liat.
Dominasi Sejak Awal Laga
Shelton langsung tancap gas sejak gim pertama dengan mematahkan servis Cobolli. Meski sempat tertekan di gim servis pertamanya sendiri, Shelton menunjukkan mental baja dengan menangkis enam break point krusial. Momentum tersebut menjadi kunci keberhasilannya mengamankan set pertama dengan skor telak 6-2.
Memasuki set kedua, Cobolli, yang merupakan unggulan keempat, mencoba bangkit. Petenis peringkat 16 dunia itu meningkatkan intensitas serangan, namun servis keras Shelton tetap sulit ditembus.
Titik balik terjadi saat kedudukan 4-5, saat Shelton bangkit dari posisi tertinggal 0/30. Ia kemudian berhasil mematahkan servis Cobolli di gim krusial setelah petenis Italia itu melakukan kesalahan ganda (double fault).
“Saya bermain dengan level yang sangat tinggi. Hal tersulit adalah mempertahankannya saat lawan meningkatkan level permainan. Saya berhasil melakukannya di set kedua dan memainkan tenis yang hebat,” ujar Shelton sebagaimana dikutip dari ATP.
Cetak Sejarah untuk Tenis Amerika Serikat
Gelar di Muenchen ini merupakan gelar ATP Tour kelima sepanjang karier Shelton, sekaligus gelar keduanya di lapangan tanah liat setelah sebelumnya berjaya di Houston pada 2024. Prestasi ini juga menempatkan Shelton sebagai petenis pria ASa pertama yang memenangi gelar tanah liat level ATP 250 sejak Andre Agassi di Roma pada 2002.
Berikut adalah ringkasan data kemenangan Ben Shelton di BMW Open Munich:
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Lawan di Final | Flavio Cobolli (Unggulan 4 / Peringkat 16 Dunia) |
| Skor Final | 6-2, 7-5 |
| Durasi Pertandingan | 90 Menit |
| Total Gelar ATP | 5 Gelar |
| Peringkat Terbaru | Peringkat 6 (ATP Live Ranking) |
| Head-to-Head | Shelton unggul 4-2 atas Cobolli |
Ambisi di Lapangan Tanah Liat
Meski petenis AS sering dianggap kurang kompetitif di lapangan tanah liat, Shelton membuktikan sebaliknya. Ia kini menjadi petenis pria AS pertama sejak 2009 yang mampu mengoleksi tiga gelar ATP 500.
“Saya memiliki ambisi besar untuk lapangan tanah liat. Ini adalah permukaan yang ingin saya tingkatkan setiap tahunnya. Perlahan-lahan ini menjadi salah satu permukaan favorit saya untuk bermain,” tegasnya.
Berkat kemenangan ini, Shelton kini bertengger di peringkat keenam dalam ATP Live Ranking dengan Mata Uang Rupiah yang terus mengalir dari hadiah turnamen. Ia hanya terpaut 30 poin dari Felix Auger-Aliassime yang berada di posisi kelima dunia. (Ant/Z-1)
Perjalanan Menuju Juara:
– Mengalahkan Emilio Nava (3 Set)
– Mengalahkan Joao Fonseca (3 Set)
– Mengalahkan Alexander Blockx (2 Set)
– Mengalahkan Alex Molcan (2 Set)
– Final: Mengalahkan Flavio Cobolli (2 Set)
