
PENGELOLAAN aspek lingkungan menjadi tantangan utama bagi sektor pertambangan di tengah tingginya aktivitas operasional. Peningkatan standar kepatuhan dan inovasi berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan kelestarian lingkungan.
Dalam konteks tersebut, PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) mencatat peningkatan kinerja lingkungan dengan meraih peringkat Proper Hijau untuk periode 2024–2025. Capaian ini menjadi yang pertama bagi perusahaan setelah selama enam tahun terakhir sejak 2018 berada di peringkat Proper Biru.
Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang, menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kinerja seluruh internal perusahaan dalam mendorong perbaikan di sektor lingkungan.
“Selama enam tahun terakhir kami berada di Proper Biru. Capaian Proper Hijau ini menjadi wujud kinerja positif dalam menyeimbangkan kegiatan operasional dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pada kuartal I 2026, perusahaan juga mencatat perkembangan lain, setelah sebelumnya mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Tenggara atas ekspor feronikel ke pasar Asia melalui Kendari New Port.
Menurut Tatang, upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar kepatuhan, tetapi juga mencakup berbagai inisiatif yang bersifat peningkatan kinerja lingkungan.
“Beberapa program yang dijalankan antara lain efisiensi energi yang berdampak pada penurunan emisi, pengelolaan limbah berkelanjutan, serta pelestarian keanekaragaman hayati,” katanya.
Ia menambahkan, capaian Proper Hijau belum menjadi titik akhir. Perusahaan masih menargetkan peningkatan kinerja untuk mencapai peringkat Proper Emas pada periode berikutnya.
“Hal tersebut dapat dicapai melalui inovasi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, penggunaan energi bersih, serta penguatan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Di sisi lain, perusahaan juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam operasional. Manajemen mengingatkan seluruh karyawan untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan, khususnya di area operasional.
“Keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi prioritas. Penerapan praktik pertambangan yang baik perlu dijalankan secara konsisten,” katanya.
Melalui capaian ini, Ceria berupaya meningkatkan standar pengelolaan lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan operasional di sektor pertambangan. (Put/E-1)
