
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka. Dengan pembelajaran tatap muka, guru tahu persis apa yang dihadapi murid-muridnya dan begitu juga murid tahu apa yang sedang disampaikan oleh sang guru.
“Jadi kalau teaching learning process bisa diberlangsungkan secara tatap muka tidak melalui online, maka kita tentu akan bisa membangun intimacy atau keakraban antara guru dan murid, sehingga guru tidak lagi hanya akan berfungsi sebagai pihak yang akan mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya, tapi juga akan bisa diharapkan untuk dapat berperan dalam menanamkan nilai-nilai luhur, serta akhlak dan budi pekerti yang mulia kepada peserta didik,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (25/3).
Lebih lanjut, dengan begitu, dia menegaskan anak didik diharapkan tidak hanya akan memiliki kecerdasan intelektual saja, tapi anak didik juga diharapkan akan memiliki al akhlakul karimah atau budi pekerti yang terpuji.
“Karena memang tujuan pendidikan nasional yang kita berlangsungkan seperti terdapat dalam tujuan sistem pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” tandasnya. (H-3)
