
Lailatul Qadar adalah malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Secara etimologi, Lailatul Qadar berasal dari kata Lail yang berarti malam, dan Qadar yang berarti kemuliaan, penetapan, atau kesempitan.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr, Allah SWT menegaskan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan, di mana ibadah yang dilakukan memiliki nilai pahala setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun.
Kumpulan Hadist Lailatul Qadar Malam ke-27
Meskipun waktu pastinya dirahasiakan agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam terakhir, terdapat beberapa hadist yang memberikan isyarat kuat mengenai malam ke-27:
1. Hadist HR. Muslim
Bacaan Arab
قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ – يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى – وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Bacaan Latin
Ubay (bin Ka’ab) berkata, “Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang sinarnya tidak menyilaukan.” (HR. Muslim)
2. Hadist HR. Muslim
Bacaan Arab
قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ – وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِى هَذَا الْحَرْفِ – هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
Bacaan Latin
Ubay (bin Ka’ab) berkata tentang lailatul qadar, “Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia (lailatul qadar) adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27.” Syu’bah (salah seorang perawi) ragu dengan kata “amarana” atau “amarana bihaa”. (HR. Muslim)
Bacaan Latin
3. Hadist HR. Ahmad
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Bacaan Arab
مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Bacaan Latin
“Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam ke-27” (HR. Ahmad)
Untuk meraih keberkahan malam kemuliaan, berikut adalah rangkaian amalan yang sangat dianjurkan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW:
1. Melaksanakan Itikaf
Berdiam diri di masjid dengan niat ibadah merupakan sunnah utama. Fokus utama itikaf adalah memutuskan hubungan sementara dengan duniawi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa Utama Lailatul Qadar:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
2. Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Mendirikan shalat tarawih, tahajjud, dan witir dengan penuh keimanan. Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa masa lalu bagi siapa saja yang menghidupkan malam ini dengan ibadah.
3. Memperbanyak Sedekah dan Dzikir
Sedekah pada malam Lailatul Qadar bernilai luar biasa karena dilakukan di waktu yang lebih baik dari 1.000 bulan. Selain itu, perbanyaklah istighfar dan membaca Al-Qur’an sepanjang malam.
Amalan Malam ke-27
| Jenis Ibadah | Keterangan |
|---|---|
| Shalat Wajib | Berjamaah di Masjid (Maghrib, Isya, Subuh) |
| Doa Khusus | Membaca doa ampunan sesering mungkin |
| Tilawah | Membaca Al-Qur’an minimal 1 juz atau tadabbur |
| Sedekah | Menyiapkan sedekah terbaik (Mata Uang Rupiah) |
