
KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah, menanam 2.200 bibit pohon aren di area reservoir pada Jumat (23/10). Kegiatan bersama PT Mitra Aren Indonesia itu ditujukan untuk mendukung penghijauan kawasan industri, menjaga fungsi lingkungan, serta membuka peluang pemanfaatan ekonomi tanaman aren.
Penanaman tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan PT Danareksa (Persero), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, Pertamina New & Renewable Energy (NRE), PT Maju Indonesia Lestari Food (Milfood), serta pengelola KEK Industropolis Batang. Perwakilan tenant, pelajar, dan masyarakat juga turut berpartisipasi.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Marfan Trihartiko mengatakan, pembangunan kawasan industri perlu disertai upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi suatu kawasan industri harus berjalan selaras dengan keseimbangan lingkungan. Inisiatif penanaman pohon aren ini merupakan bagian dari komitmen berkesinambungan kami yang akan terus dijaga dan dikelola. Kami memastikan bahwa setiap tahap perkembangan industri yang terbangun di kawasan ini tidak akan pernah terlepas dari penyediaan ruang terbuka hijau dan prinsip keberlanjutan ekosistem,” tuturnya, dikutip Sabtu (24/10).
Aren Dinilai Punya Fungsi Ekologis dan Ekonomi
Pohon aren (Arenga pinnata) dipilih karena dinilai memiliki potensi mendukung konservasi tanah dan air. Vegetasi dengan sistem perakaran yang baik dapat membantu mengurangi erosi dan meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, meskipun dampaknya bergantung pada kondisi lahan, tata air, dan pengelolaan tanaman.
Selain fungsi ekologis, aren memiliki nilai ekonomi dari berbagai bagian tanamannya. Nira dapat diolah menjadi gula atau bahan baku bioetanol, buahnya dimanfaatkan sebagai kolang-kaling, sedangkan ijuk digunakan untuk berbagai keperluan.
Direktur Utama PT Mitra Aren Indonesia Lety Jumiati mengatakan, pemanfaatan aren dapat dikembangkan melalui kerja sama antara pelaku usaha, BUMN, dan petani.
“Seluruh elemen pohon aren memiliki nilai guna yang sangat tinggi, termasuk potensinya sebagai bahan baku bioetanol untuk kemandirian energi. Kami bertujuan memaksimalkan potensi komoditas ini di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara pengusaha, BUMN, dan petani,” ujarnya.
Menurut Komisaris PT Danareksa (Persero) Darmizal MS, penanaman aren juga berpotensi menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri. Pemanfaatan nira, kolang-kaling, dan ijuk dapat menjadi sumber pendapatan apabila didukung pengelolaan yang berkelanjutan. Berbeda dengan komoditas yang harus ditebang untuk dipanen, sejumlah produk aren dapat dihasilkan tanpa menebang pohon, bergantung pada jenis produk dan metode pengolahannya.
Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga tingkat kelangsungan hidup tanaman, pemeliharaan setelah penanaman, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya. (E-3)
