Pentingnya Lulusan Perguruan Tinggi Kuasai Ilmu Pengetahuan dan Nilai Islam
Ilustrasi(MI/Nike Amelia Sari)

MENCETAK generasi muda yang unggul sekaligus memiliki fondasi keagamaan yang kuat menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi islami. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kampus juga secara konsisten menanamkan nilai-nilai karakter serta ajaran Islam di setiap proses pembelajaran hingga momentum kelulusan.

Seperti contohnya di program studi Kedokteran. Selain ilmu pengetahuan, diajarkan juga nilai Islam. “Seperti Kedokteran. Sebagai contoh diajarkan ilmu, tapi tidak pernah mengajarkan kepada mereka jika engkau mempunyai pasien, di saat-saat akhir akan meninggal. Berarti sakitnya udah parah kan, kalau ada keluarganya, belum tentu keluarganya paham bagaimana menuntun seseorang itu sakaratul maut. Nah, lulusan kita diajarkan bagaimana menuntun seseorang yang akan meninggal tapi muslim,” jelas Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K)., Subsp.L.I., saat ditemui usai jumpa pers, Sabtu (12/10).

Nilai keislaman dan penguatan karakter tersebut menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas YARSI Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. “Mungkin dari segi acaranya dulu ya, ada di sini kita minta wisuda untuk membacakan ayat suci gitu ya bersama-sama supaya mereka masuk ke sini, kita berikan nilainya Islam, keluar juga harus lalu mempertahankan nilainya Islam itu,” kata Ratna.

“Kemudian kita ada salawat, salawat itu kan memuji kebesaran nabi kita kan dengan harapan kita mendapatkan doa juga dari nabi, itu sesuatu yang berbeda,” lanjutnya.

Di samping pembentukan karakter religius, kualitas ilmu pengetahuan para wisudawan juga terbukti dari capaian akademik.

“Yang kedua adalah jumlah lulusan yang berpredikat cumlaude dan terbaik itu cukup banyak. Ada yang sampai 3.96 gitu kan, jadi mereka belajarnya benar-benar sungguh-sungguh,” jelasnya.

Selain capaian akademik, para lulusan juga dibekali kepedulian terhadap isu-isu global yang berkelanjutan. “Kemudian mereka itu juga lulusan yang sebetulnya memproklamirkan diri itu, SDGs ya. Lulusan yang akan mendukung program SDGs dan memberikan pemahaman bahwa SDGs itu penting. Bagi masyarakat yang masih muda seperti itu, kadang-kadang nggak mudah,” katanya. 

“Tapi kalau mereka dari awal sudah memahami untuk apa SDGs ya, apa-apa saja yang terkait SDGs itu, harapannya ke depan mereka udah lebih mudah menjalankan lebih tau mana yang penting untuk merawat bumi, merawat manusia, merawat berbagai macam hal itu supaya kita sustain,” ungkapnya.

Ratna mengatakan beberapa program studi di Universitas Yasri sudah terakreditasi Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). “Jadi kalau kita sudah terakreditasi, artinya mutu pendidikan kita bagus. Harapannya lulusan kita kalau mau sekolah keluar negeri atau mau bekerja di luar negeri, ya mereka sudah diketahui sekolahnya berasal dari yang terakreditasi FIBAA. Sehingga akan memudahkan mereka. Tapi ya tetap ada hal yang harus mereka patuhi di dalam administrasi,” jelas Ratna.

Pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Yarsi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada Sabtu (24/10), sebanyak 325 wisudawan dikukuhkan, terdiri atas 258 sarjana, 66 magister, dan 1 doktor.

Dalam transformasi pendidikan digital dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Universitas ini menargetkan program magang mahasiswa selama enam bulan hingga satu tahun. Selain itu, juga menargetkan jumlah mahasiswa meningkat dua kali lipat dalam dua sampai tiga tahun.

Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, seluruh program studi ditargetkan meraih akreditasi unggul, sedangkan dalam lima tahun seluruh program studi diharapkan telah memperoleh akreditasi internasional. Lalu, juga menargetkan dua program studi memiliki program dual degree internasional.

Penerapan zero tolerance terhadap bullying dan kekerasan, serta menargetkan 100 persen dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berada dalam lingkungan kampus bebas rokok juga diterapkan.

Universitas ini juga memiliki Lembaga Penelitian (Lemlit) dengan berbagai kelompok riset. Ada laboratorium genomik, herbal, halal telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center. Khusus untuk penelitian bidang kedokteran, dalam dua tahun terakhir melakukan penambahan peralatan laboratorium dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *