
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemberian bantuan helikopter water bombing untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Langkah ini diambil guna mempercepat pemadaman di titik-titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa salah satu fokus utama penanganan saat ini adalah kebakaran di kawasan Gunung Arjuno, yang masuk dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
“Salah satu yang nanti diprioritaskan adalah yang melanda Gunung Arjuno di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo,” ujar Kristomei saat meninjau situasi di Kota Batu, Malang, Sabtu (24/10).
Operasi Modifikasi Cuaca dan Kendala Medan
Kristomei menjelaskan bahwa BNPB terus memantau perkembangan karhutla di Jawa Timur secara intensif. Selain helikopter water bombing, BNPB juga akan segera mengirimkan bantuan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di area terdampak.
Berdasarkan laporan terbaru, kebakaran di Gunung Arjuno telah menghanguskan sekitar 260 hektare lahan. Petugas gabungan di lapangan menghadapi tantangan berat karena titik api berada di lokasi yang tinggi dan memiliki kemiringan medan yang curam.
“Saya akan melihat perkembangan penanganan kebakaran di Gunung Arjuno dan kami kembali mengirimkan bantuan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) maupun water bombing. Harapannya kebakaran di Jawa Timur tidak meluas dan segera padam,” imbuhnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam upaya penanggulangan karhutla ini, BNPB melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, TNI, Polri, pihak swasta, hingga masyarakat umum. Kristomei menekankan bahwa sinergi semua pihak adalah kunci keberhasilan penanganan bencana.
“Keterlibatan semua pihak begitu penting karena penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Kepala BNPB mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan kering dan terbuka, khususnya di wilayah pegunungan. Ia mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat merugikan, mencakup aspek kesehatan akibat asap, kerugian ekonomi, hingga ancaman terhadap keselamatan nyawa. (H-3)
