Danilla Ubah Album Candramawa jadi Aroma 
Danilla Riyadi.(Dok. MI/Fathurrozak)

MUSISI Danilla kembali bereksperimen dengan karya terbarunya, Candramawa. Setelah merilis album tersebut dengan durasi 30 menit pas dan menamainya sebagai album 3A, setelah album ketiganya, kini Candramawa beralih rupa.

Bukan menjadi sebuah pertunjukan atau bahkan merchandise kaus, melainkan Candramawa kini berubah menjadi pengalaman sensori yang bisa dicium baunya. Berkolaborasi dengan artisan parfum lokal asal Solo, Jawa Tengah, Candramawa kini mewujud dalam sebotol parfum.

“Kenapa parfum? Karena aku pribadi suka dengan aroma-aroma yang enak, dan yang meracik parfum ini bukan cuma meretas albumnya, tetapi juga aku sebagai manusia. Jadi parfum ini juga seperti bentuk sharing dari diriku saja,” ujar Danilla saat merilis parfum terbarunya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (23/10).

Kolaborasi itu Danilla wujudkan bersama merek parfum Usual. Dengan nama produk Candramawa Episode 01, parfum ini memadukan aroma incense, amber, woods, dan vanilla yang terinspirasi dari albumnya.

Sementara, untuk Danilla sendiri sebelumnya lebih banyak menyukai aroma yang manis dan herbal. Sebenarnya parfum yang aku pakai itu yang agak manis, atau yang herbal sekalian. Tapi aku jarang menemukan parfum yang bisa menyatukan dua elemen itu. Tapi di parfum ini, dua elemen itu menyatu,” papar Danilla.

Sebelum proses pembuatan sample parfum Candramawa Episode 01 dimulai, Danilla memberikan satu instruksi penting dalam pengembangan parfum. Ia meminta Aldhy, founder dari Usual, meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk mendengarkan materi album Candramawa yang saat itu belum dirilis menggunakan headphone, di ruangan dingin dengan pencahayaan remang-remang, dan tanpa distraksi.

Setelah melalui berbagai pengembangan, lahirlah empat sampel, yang kemudian terpilih sebagai Candramawa Episode 01. Dalam pembuatannya, Aldhy mengedepankan material parfum molekuler, yakni jenis wewangian modern yang dibangun dari satu atau beberapa molekul sintetis tunggal (seperti Iso E Super atau Ambroxan), bukan campuran kompleks berbagai bunga, buah, atau rempah-rempah tradisional. 

Tujuannya adalah memberikan sorotan utama pada material yang biasanya sebagai pengikat tambahan, namun diajukan sebagai materi utama parfum.

“Parfum ini juga free animal testing,” ungkap Danilla.(H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *