Fans MU Bukan Cuma Bisa Nonton Legenda Setan Merah di GBK, tapi Juga Pesiar Bareng ke Labuan Bajo
Jumpa media bersama pemain OGFC Patrice Evra dan Park Ji-sung di Jakarta, Jumat (23/10)(Dok Kemenpar)

Perjumpaan penggemar Manchester United Indonesia dengan para bintang Setan Merah tak hanya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, saat OGFC Unite bertanding melawan Jakarta All Stars pada 24 April 2027. Nantinya, akan ada pula paket perjalanan wisata bersama para pemain OGFC ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

OGFC adalah singkatan dari The Originals Football Club, yaitu klub sepak bola yang beranggotakan para legenda atau mantan bintang sepak bola dunia, terutama alumni Manchester United dan Liga Premier era 2008–2011, seperti Park Ji-sung, Rio Ferdinand, Patrice Evra, serta Dimitar Berbatov.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai dalam jumpa media bersama pemain OGFC Patrice Evra dan Park Ji-sung di Jakarta, Jumat (23/10) menyatakan, kehadiran dua ikon sepak bola dunia tersebut membuka peluang luas bagi promosi pariwisata Indonesia.

Patrice Evra dan Park Ji-sung hadir dalam Road to OGFC Unite 2027 pada 23–25 Oktober 2026, yang meliputi acara makan malam, Offside Fest di Senayan Park, serta Class of Stars Coaching Clinic dan Exclusive Fun Match di Bintaro Arena.

“Target kami adalah mempromosikan pariwisata Indonesia melalui sport tourism. Kami berharap ajang ini tidak hanya memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi penyelenggara event, tetapi juga mengenalkan lebih jauh keindahan destinasi-destinasi di Indonesia,” kata Hafiz.

Untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan, Hafiz mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dalam penyusunan paket perjalanan wisata yang terintegrasi dengan penyelenggaraan acara.

Laga OGFC Unite di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian kegiatan OGFC. Sebelumnya, tim tersebut dijadwalkan menghadapi Suwon Samsung Bluewings pada 19 April 2026 di Suwon World Cup Stadium, Korea Selatan. Hafiz menegaskan, OGFC Unite 2027 dirancang tidak hanya untuk menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga mempertemukan seluruh elemen, mulai dari legenda dunia, penggemar, komunitas, hingga pelaku pariwisata Indonesia.

Terkait nama pemain OGFC Unite yang akan terlibat dalam paket perjalanan wisata ke Labuan Bajo, harga, serta detail teknis lainnya, Hafiz menyatakan bahwa semuanya masih digodok bersama ASITA.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani berharap paket wisata tersebut tidak hanya terpusat pada satu destinasi, tetapi juga menjangkau berbagai daerah.

“Wisatawan yang datang tidak hanya menonton pertandingan, tetapi melanjutkan perjalanan sehingga lama tinggal mereka di Indonesia lebih panjang. Kami mendorong agar paket juga mencakup destinasi lain, seperti Borobudur, Jawa Barat, dan Kepulauan Seribu,” katanya.

Popularitas para legenda MU, kata Rizki, didukung basis penggemar yang kuat serta jangkauan media sosial yang luas. Hal tersebut berpotensi meningkatkan pengenalan wisata olahraga Indonesia di tingkat internasional.

“Banyaknya event olahraga internasional ini menegaskan kesiapan Indonesia dari segi infrastruktur maupun fasilitas untuk menggelar agenda-agenda kelas dunia. Kami berharap sport tourism Indonesia terus meningkat dan kian dikenal secara global,” tambahnya.

Rizki Handayani menambahkan, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membangun ekosistem wisata olahraga yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menggerakkan berbagai subsektor industri olahraga, termasuk produksi cendera mata lokal yang melibatkan pelaku UMKM.

“Jadi, kita harapkan tidak hanya satu event, tetapi juga ekosistem sport tourism berkembang di Indonesia,” ujar Rizki.

CEO Offside Corp Gilbert Garlycia, penyelenggara OGFC Unite 2027, menyatakan bahwa kehadiran para legenda sepak bola dunia menjadi momentum istimewa yang telah lama dinantikan penggemar sepak bola Indonesia.

“MU sempat dijadwalkan berkunjung pada 2009 lalu, tetapi batal terlaksana. Akhirnya, setelah penantian panjang, kita memiliki kesempatan menampilkan kembali tim MU era kejayaan dalam laga melawan tim lokal Indonesia. Ini adalah momen luar biasa yang saya yakini akan memberikan dorongan besar bagi sport tourism di Indonesia,” kata Gilbert.

Mantan pemain MU dan Tim Nasional Prancis Patrice Evra menyambut antusias kesempatan berinteraksi langsung dengan penggemar sepak bola Indonesia.

“Saya tertarik dengan kuliner Indonesia. Saya berharap dapat memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi berbagai daerah dan mengenal keunikan Indonesia secara lebih mendalam,” ujar Evra.

Sementara itu, mantan pemain MU dan Tim Nasional Korea Selatan Park Ji-sung menilai pesepak bola Indonesia memiliki potensi untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional, termasuk di Jepang dan Eropa, melalui pembinaan, kedisiplinan, dan kerja keras yang konsisten.

“Pemain harus bekerja keras setiap hari dan percaya pada diri sendiri. Jika terus berusaha, selangkah demi selangkah, suatu hari nanti mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain di level yang lebih tinggi,” ujar Park Ji-sung. (X-6)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *