
KUALITAS penelitian, kolaborasi internasional, dan hubungan dengan dunia industri menjadi sejumlah aspek penting dalam mengukur daya saing perguruan tinggi di tingkat global. Ketiga aspek tersebut turut menjadi perhatian dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 yang menilai ribuan perguruan tinggi dari berbagai negara.
Dalam pemeringkatan yang dirilis pada September 2026 tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) tercatat masuk kelompok lima besar perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia dengan posisi pada rentang peringkat 1.801–2.000 dunia.
THE WUR 2027 mencakup penilaian terhadap 2.297 perguruan tinggi dari 118 negara dan wilayah. Pemeringkatan menggunakan 17 indikator yang dikelompokkan ke dalam lima pilar utama, yakni pengajaran (Teaching), lingkungan penelitian (Research Environment), kualitas penelitian (Research Quality), pandangan internasional (International Outlook), dan industri (Industry).
Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., mengatakan hasil pemeringkatan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, jejaring internasional, serta kerja sama dengan industri.
“Segala kemuliaan bagi Tuhan atas capaian UPH dalam THE WUR 2027. Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, kerja sama internasional, dan hubungan dengan industri. Namun, bagi UPH, pemeringkatan bukanlah tujuan akhir. Terpenting adalah bagaimana kualitas yang kami bangun dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, serta menghasilkan pengetahuan dan lulusan yang mampu memberikan dampak,” ujar Jonathan.
Kualitas Penelitian Catat Skor Tertinggi
Berdasarkan hasil THE WUR 2027 yang disampaikan UPH, kualitas penelitian menjadi aspek dengan skor tertinggi bagi universitas tersebut, yakni 27,4.
Sementara itu, aspek pandangan internasional memperoleh skor 22,4, diikuti industri sebesar 21,5, pengajaran 21,1, dan lingkungan penelitian 12,4.
Secara keseluruhan, skor UPH dalam pemeringkatan tersebut berada pada rentang 20,4–24,1.
Aspek kualitas penelitian dalam THE WUR mencakup sejumlah indikator, antara lain dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian, serta pengaruh penelitian.
Untuk meningkatkan kualitas riset, UPH mengembangkan kapasitas dosen dan peneliti melalui kolaborasi lintas disiplin serta kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional.
Pengembangan penelitian tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil riset dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
Sementara itu, aspek lingkungan penelitian menilai reputasi penelitian, pendapatan penelitian, serta produktivitas riset yang dihasilkan perguruan tinggi.
Dalam memperkuat aspek tersebut, UPH menjalankan sejumlah program melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Program yang dikembangkan mencakup pemberian insentif publikasi ilmiah, dengan dukungan lebih besar bagi publikasi pada jurnal internasional.
Selain itu, dosen dan peneliti didorong mengikuti program hibah penelitian nasional maupun internasional. LPPM juga membantu membuka akses terhadap jejaring akademik, peluang pendanaan, serta kerja sama penelitian.
Perluas Kerja Sama Internasional dan Industri
Pada aspek pandangan internasional, THE WUR menilai keterhubungan perguruan tinggi dengan komunitas akademik global melalui proporsi mahasiswa internasional, staf internasional, dan kolaborasi penelitian internasional.
UPH mengembangkan aspek tersebut melalui perluasan kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan di luar negeri.
Kerja sama yang dilakukan mencakup program beasiswa, pertukaran akademik, pengembangan kelas internasional, serta kolaborasi penelitian.
Program pertukaran juga diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional.
Selain kerja sama akademik, hubungan dengan dunia industri menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Dalam THE WUR, aspek industri diukur melalui dua indikator utama, yakni pendapatan yang berasal dari kerja sama industri serta paten.
UPH menyatakan telah menjalin lebih dari 600 kemitraan strategis dengan universitas dan pelaku industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal praktik dunia kerja, sedangkan dosen dapat mengikuti perkembangan kebutuhan dan teknologi di berbagai sektor profesional.
Kerja sama industri juga dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan Mutu Pembelajaran
Selain penelitian dan kolaborasi internasional, kualitas pengajaran menjadi bagian penting dalam penilaian THE WUR.
Aspek ini mencakup reputasi pengajaran, rasio mahasiswa dan staf, rasio doktor dan sarjana, proporsi staf bergelar doktor, serta pendapatan institusi.
Dalam pengembangan pembelajaran, UPH menyusun program akademik berdasarkan kompetensi yang ditargetkan bagi lulusan.
Universitas juga melakukan penyesuaian konsentrasi program studi dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan perkembangan dunia kerja.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat relevansi pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing program studi.
Selain itu, UPH berupaya menjaga rasio mahasiswa dan dosen agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
Pengembangan pendidikan juga dilakukan melalui pendekatan holistis yang memadukan kompetensi akademik, pembentukan karakter, dan pengembangan diri mahasiswa.
Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan Wawasan Dunia Kristen Reformed, UPH menempatkan pembentukan karakter, integritas, pelayanan, dan pertumbuhan iman sebagai bagian dari proses pendidikan.
Jonathan menegaskan, hasil pemeringkatan internasional bukan menjadi tujuan akhir pengembangan universitas. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian harus memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
Karena itu, UPH menyatakan akan terus memperkuat mutu akademik, produktivitas penelitian, serta kemitraan dengan berbagai institusi untuk meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi. (Ifa/I-1)
