Banyak Relawan Karhutla Meninggal, BNPB akan Evaluasi 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi ditemui Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).( ANTARA/Ananto Pradana)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) menelan korban jiwa di antaranya relawan di garis depan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menjanjikan evaluasi penanganan karhutla agar tak ada korban jiwa.

“Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi di kemudian hari. Kami akan melakukan evaluasi,” kata Kristomei di Jawa Timur, Jumat (23/10).

“Apa saja yang bisa kami evaluasi dan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi,” kata dia.

Dilaporkan sebanyak enam petugas dan relawan meninggal dunia saat melakukan upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keenam korban meninggal dunia, yakni Suraji, Munawi, Hendra Rony Wagiyanata, Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah.

Adapun korban bernama Suraji dilaporkan meninggal dunia hari ini (23/10) setelah sebelumnya menjalani perawatan intensi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Kristomei mengucapkan duka cita atas gugurnya enam orang tim gabungan tersebut.

Bencana Nasional

Kepala BNPB merespons soal karhutla di beberapa daerah di Indonesia yang tak kunjung ditetapkan sebagai bencana nasional. Ia mengatakan penetapan itu harus terlebih dahulu melihat sejumlah indikator yang menjadi persyaratan.

“Bagaimana jumlah wilayah yang terdampak, bagaimana jumlah korbannya, ditambah lagi adanya pernyataan ketidakmampuan dari pemerintah daerah dalam menangani bencana tersebut. Indikator itu barulah bisa ditentukan apakah statusnya bencana daerah atau bencana nasional,” kata kepala BNPB. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *