
Bayer Indonesia secara resmi meluncurkan platform digital FARMRISE guna membantu petani mengakses informasi cuaca, materi budidaya, serta verifikasi keaslian produk pertanian secara cepat dan terpercaya di tengah ancaman perubahan iklim serta dinamika serangan hama.
Aplikasi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Jambore SOBAT Bayer yang dihadiri sekitar 800 petani dari berbagai wilayah Indonesia di Malang, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
“Petani Indonesia semakin terbuka terhadap pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam kegiatan usaha pertaniannya. Agar manfaatnya semakin optimal, petani membutuhkan informasi yang terpercaya, relevan, dan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan. Melalui FARMRISE, kami ingin memperluas akses terhadap pengetahuan dan pendampingan agar petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat,” ujar Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Auzan Baiquni, di Malang, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
Sasar 6,18 Juta Petani Milenial dan Fasilitasi Fitur Kecerdasan Buatan
Peluncuran platform digital ini sejalan dengan data Sensus Pertanian BPS yang mencatat potensi besar 6,18 juta petani milenial (berusia 19–39 tahun) atau setara 21,93 persen dari total populasi petani nasional yang kian familier dengan teknologi.
FARMRISE dirancang sebagai pendamping digital dari fase tanam hingga panen lewat fitur Belajar Tani, pemantauan kondisi cuaca, hingga fitur Anti-Counterfeit untuk memverifikasi keaslian produk Bayer.
Pada tahap pengembangan selanjutnya, platform ini akan dilengkapi fitur AI Crop Doctor berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit tanaman secara instan.
“Kami meyakini bahwa kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan petani untuk mengakses dan memanfaatkan pengetahuan secara mudah dan cepat. Melalui FARMRISE, Bayer berkomitmen untuk terus mendampingi petani Indonesia menuju masa depan pertanian yang lebih maju,” pungkas Auzan.(H-2)
