
SUKU Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mencatat sebanyak 1.808 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah tersebut sepanjang periode Januari hingga 15 Oktober 2026. Angka ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan setempat untuk memperkuat langkah pencegahan.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengonfirmasi bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi data yang dihimpun hingga pertengahan Oktober. “Jumlah kasus DBD tahun 2026 berdasarkan data per 15 Oktober di Jakarta Barat adalah 1.808 kasus,” ujar Sahruna saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).
Pentingnya Partisipasi Masyarakat
Menyikapi temuan ribuan kasus tersebut, Sahruna mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warga hingga pemangku kepentingan (stakeholders), untuk lebih aktif dalam menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti menjadi faktor penentu.
Menurut Sahruna, deteksi dini keberadaan jentik nyamuk adalah kunci utama memutus rantai penularan. “Dalam pelaksanaannya, kami mengutamakan peran serta aktif masyarakat secara mandiri sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing,” imbuhnya.
Langkah Intervensi Puskesmas
Selain mendorong peran warga, Sudinkes Jakarta Barat juga memastikan seluruh puskesmas di wilayah tersebut melakukan pemantauan berkala terhadap angka insiden dan kecepatan penularan DBD. Petugas kesehatan disiagakan untuk melakukan intervensi cepat melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada setiap kasus yang ditemukan.
Langkah pencegahan juga diperkuat melalui Gerakan PSN 3M Plus. Sahruna menjelaskan bahwa puskesmas saat ini tengah gencar melakukan pemantauan vektor atau jentik di pemukiman warga.
“Puskesmas gencar melakukan pemantauan vektor atau jentik DBD di lingkungan permukiman yang dibarengi dengan peningkatan promosi kesehatan tentang bahaya DBD secara luas,” pungkas Sahruna.
Catatan Redaksi: Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, atau munculnya bintik merah pada kulit guna mendapatkan penanganan medis segera.
