Ombudsman Ingatkan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Santri
Sejumlah santri memberikan hormat saat mengikuti Apel Hari Santri Nasional 2026 di Taman Elektrik, Kota Tangerang, Banten, Kamis (22/10/2026).(ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar)

ANGGOTA Ombudsman RI, Maneger Nasution, mengingatkan bahwa momentum peringatan Hari Santri harus menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan lingkungan pesantren sebagai ruang yang benar-benar aman bagi para santri menimba ilmu.

Pesantren dipandang perlu terus bertransformasi sebagai ruang tumbuh bagi generasi yang berilmu, berdaya, dan tidak kehilangan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Pesantren juga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan merdeka dari segala bentuk kekerasan. Tidak boleh ada kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, maupun penyalahgunaan relasi kuasa yang berlindung di balik alasan pendidikan, kedisiplinan, atau penghormatan kepada guru,” kata Maneger, Jumat (23/10).

Menurutnya, menjaga harkat dan martabat santri merupakan tanggung jawab kolektif. Tradisi luhur serta nilai-nilai khas pesantren harus dirawat beriringan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, sehingga para santri dapat belajar, bertumbuh, dan mengoptimalkan potensi diri tanpa diliputi rasa takut.

Selain aspek keamanan fisik dan psikologis, pesantren juga didorong untuk menjadi bagian integral dalam mewujudkan sistem pelayanan publik yang berkeadilan. Para santri dan masyarakat di lingkungan pesantren memiliki hak yang setara untuk memperoleh akses pendidikan yang layak, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, perlindungan sosial, hingga fasilitas publik lainnya secara mudah, transparan, dan bebas dari diskriminasi.

“Negara wajib memberikan kepastian bahwa pesantren tidak hanya dipandang sebagai mitra pembangunan moral bangsa, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hak-haknya harus dilindungi dan dipenuhi,” ujar dia.

Melalui komitmen bersama tersebut, dunia pesantren diharapkan mampu melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, memiliki kedalaman ilmu, keteguhan akhlak, serta keberanian berpikir kritis dan bertindak secara bertanggung jawab. Esensi kemandirian santri pun tidak sekadar dimaknai sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan hidup sendiri, melainkan keteguhan dalam menjaga integritas dan berkontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas. (P-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *