
GANDA putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, ingin tampil lebih baik pada perempat final Prancis Terbuka 2026 setelah memastikan langkah ke delapan besar dengan mengalahkan wakil Taiwan, Lin Chih-Chun/Yang Chu Yun, dua gim langsung 22-20 dan 21-8.
Bertanding di Grand Paris Arena, Paris, Prancis, Kamis (22/10) waktu setempat, Tiwi/Fadia mengamankan kemenangan setelah melewati persaingan ketat pada gim pertama sebelum tampil dominan pada gim kedua.
Fadia mengaku bersyukur bisa mencapai perempat final setelah sebelumnya selalu terhenti pada babak pertama dalam sejumlah turnamen terakhir. Namun, dia menegaskan ingin meningkatkan penampilan pada pertandingan berikutnya.
“Alhamdulillah pasti senang karena dari kemarin hasil kami kalah di babak pertama terus. Sekarang bisa mencapai perempat final, bersyukur. Tapi besok kami mau fokus lagi, mau lebih baik dibanding hari ini,” kata Fadia dalam keterangannya.
Tiwi menjelaskan, mereka sempat mengikuti pola permainan lawan pada awal pertandingan sehingga Lin/Yang lebih leluasa membangun serangan. Setelah itu, mereka berusaha bermain lebih sabar dan tenang hingga mampu mengendalikan permainan.
“Awal-awal sempat terlalu mengikuti pola lawan sehingga mereka lebih enak mendapatkan sambungan pukulannya. Setelah itu kami coba lebih sabar dan tenang. Ternyata lebih baik dengan pola seperti itu dan kami lanjutkan sampai akhir,” ujar Tiwi.
Menurut Tiwi, pasangan Taiwan tersebut memiliki sambungan pukulan yang baik serta pertahanan cukup kuat. Karena itu, Tiwi/Fadia harus sabar meladeni permainan lawan untuk mengamankan kemenangan.
Tiwi juga memuji penampilan Fadia, terutama pada gim kedua, dan berharap rekannya bisa kembali menunjukkan permainan serupa pada laga berikutnya.
“Hari ini salut dengan pukulan-pukulan bagus Teteh Fadia, terutama di gim kedua. Sangat ajaib dan semoga besok bisa keluar lagi seperti itu,” kata Tiwi.
Pada perempat final, Jumat (23/10), Tiwi/Fadia akan menghadapi unggulan pertama asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Fadia menyadari pertandingan tersebut akan menguras tenaga karena pasangan Jepang dikenal memiliki permainan dengan reli-reli panjang.
“Kami harus menyiapkan pikiran untuk main capek dulu karena pasangan Jepang semuanya mainnya durasi. Kami punya modal dari pertemuan terakhir, bisa mengajak mereka bermain tiga gim. Semoga kali ini kami bisa lebih baik dan meraih kemenangan,” tutur Fadia.
